Di Timor Leste, Sekjen PDIP dan Fretilin Bahas Pesan Bung Karno

Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto menegaskan kesamaan nilai antara partainya dan Fretilin.

Diterbitkan 04 Juni 2026, 14:20 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan (PDIP) Hasto Kristiyanto menyinggung pandangan Presiden RI ke-1, Soekarno atau Bung Karno yang disebutnya selalu relevan, lantaran berakar dari sejarah peradaban bangsa dan cita-cita geopolitik bagi tata dunia baru.

Hal tersebut disampaikannya saat melakukan  dialog dengan pimpinan Partai Fretilin termasuk Sekretaris Jenderal Mari Alkatiri di Kantor Fretilin, Dili, Timor Leste, Kamis (4/6/2026).

Bung Karno, kata Hasto, mengingatkan bahwa demokrasi yang terlalu dini dan terlalu liberal dapat menyulitkan proses konsolidasi negara yang baru merdeka.

"Pandangan tersebut memiliki kesamaan dengan pengalaman yang dihadapi berbagai negara berkembang," kata dia.

Di sisi lain, Hasto menuturkan, PDIP dan Fretilin memiliki kesamaan platform politik yang inklusif dan menjunjung tinggi nilai-nilai demokrasi.

"PDI Perjuangan dan Fretilin memiliki platform inklusif yang sama. Kami digerakkan oleh nilai-nilai kesetaraan, demokrasi, kemanusiaan, dan keadilan sosial," tutur dia.

Terkait hal itu, Sekjen Fretilin, Mari Alkatiri mengatakan, demokrasi multipartai yang berkembang terlalu dini juga berpotensi menimbulkan kesulitan dalam konsolidasi internal suatu negara.

Dalam kesempatan yang sama, Mari Alkatiri mengenang pengaruh besar Bung Karno dalam perjalanan hidup dan perjuangannya. Ia mengaku telah mengenal sosok Bung Karno sejak usia muda.

"Saya sejak kecil mengenal Bung Karno. Saat muda saya mengikuti pidato-pidato Bung Karno melalui radio. Pidato Bung Karno menjadi inspirasi yang menggelorakan semangat saya saat muda," kata dia.

"Bahwa kemudian, GST diduga memanfaatkan beberapa rekening nominee sebagai rekening pengepul untuk menampung fee dari setiap pengurusan izin tinggal yang bersumber dari biro jasa atau pihak WNA," sambungnya.

 

Hubungan Baik

Sementara itu, Andreas H. Pareira menyoroti eratnya hubungan Indonesia dan Timor Leste.

Menurut dia, kedua negara memiliki keterkaitan yang sangat kuat baik dari sisi sejarah, budaya maupun masa depan kawasan.

"Apa yang terjadi di Timor Leste akan memiliki pengaruh terhadap Indonesia. Sebaliknya, apa yang terjadi di Indonesia juga akan mempengaruhi Timor Leste. Sebagai saudara, sudah selayaknya perbatasan negara tidak dibuat untuk memisahkan, melainkan justru menyatukan," kata Andreas.