Megawati Bakal Bertemu Ramos Horta Lagi, Ini yang Dibahas

Pertemuan ini fokus pada pertukaran gagasan mengenai ilmu pengetahuan dan teknologi.

Diterbitkan 28 Agustus 2026, 09:46 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Presiden ke-5 Republik Indonesia sekaligus Ketua Umum DPP PDI Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri dijadwalkan berdialog dengan Presiden Timor Leste José Ramos Horta bersama sejumlah peraih Nobel dan Turing Award yang tergabung dalam delegasi Science for Development Summit 2026, Jumat (28/8/2026).

Pertemuan tersebut menjadi forum pertukaran gagasan mengenai perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, serta dampaknya bagi manusia dan kemanusiaan.

Sekretaris Jenderal DPP PDIP Hasto Kristiyanto mengatakan, Megawati akan didampingi kedua putra-putrinya, M. Prananda Prabowo dan Puan Maharani, dalam pertemuan yang digelar di Megawati Institute, Jakarta.

Pertemuan diawali makan siang bersama, kemudian dilanjutkan dengan dialog meja bundar. Megawati, Ramos Horta, serta sejumlah peraih Nobel dan Turing Award dijadwalkan menyampaikan pandangan dalam forum tersebut.

Diskusi akan dimoderatori Direktur Eksekutif Megawati Institute, Hilmar Farid.

"Ibu Megawati akan duduk di satu meja bersama Presiden Ramos Horta, Mas Prananda, Mbak Puan. Selain itu, Dubes Timor Leste untuk Indonesia Roberto Sarmento de Oliveira Soares, penerima Hadiah Nobel Ilmu Ekonomi tahun 1997 Robert C. Merton dan istrinya, Azita Merton, serta Dewan Pengarah BRIN Bambang Kesowo," ujar Hasto kepada wartawan, Jumat (28/8/2026).

Pertemuan itu diharapkan menjadi ruang dialog terbuka mengenai perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, termasuk berbagai tantangan yang menyertainya bagi kehidupan manusia.

"Apalagi yang hadir merupakan para penerima Nobel dan Turing di bidangnya. Mereka adalah para pujangga pengetahuan," ujar Hasto.

 

Mendengarkan Pandangan

Menurut Hasto, delegasi yang hadir merupakan peserta Science for Development Summit 2026 yang sebelumnya mengikuti rangkaian forum di Dili, Timor Leste.

"Presiden Ramos Horta membawa seluruh delegasi untuk bertemu dengan Ibu Megawati dan pimpinan badan riset nasional," tutur Hasto.

Dalam format meja bundar tersebut, para peserta akan mendengarkan pandangan Megawati, Ramos Horta selaku pimpinan delegasi, serta sejumlah peraih Nobel dan Turing Award.

Direktur Eksekutif Megawati Institute Hilmar Farid mengatakan dialog tersebut berangkat dari perhatian Megawati dan Ramos-Horta terhadap peran sains dan teknologi dalam menghadapi persoalan dunia.

“Pertemuan ini pada dasarnya ingin mempertemukan ilmu pengetahuan dengan persoalan-persoalan nyata yang dihadapi dunia. Kita memiliki perkembangan sains dan teknologi yang luar biasa, tetapi pada saat yang sama kita menghadapi tantangan kemanusiaan, lingkungan, ekonomi, dan politik yang semakin kompleks,” kata Hilmar.

Menurut Hilmar, forum tidak dirancang sebagai konferensi ilmiah yang membahas bidang-bidang secara terpisah. Para peserta akan bertukar pandangan mengenai bagaimana perkembangan pengetahuan dan teknologi dapat memberikan manfaat bagi kehidupan manusia.

“Yang penting bukan hanya menghadirkan orang-orang dengan pencapaian ilmiah yang sangat tinggi. Yang ingin dibangun adalah percakapan di antara mereka, dan juga dengan pemimpin politik, mengenai bagaimana pengetahuan dan teknologi dapat digunakan untuk menjawab persoalan bersama,” ujarnya.