Bahlil Ingin SOKSI Kembali Jadi Dapur Kader Utama Golkar

Rekrutmen dan kaderisasi yang kuat dinilai sebagai kunci memperbesar kekuatan Golkar di masa depan.

Diterbitkan 17 Mei 2026, 11:46 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Ketua Umum DPP Partai Golkar Bahlil Lahadalia mengatakan, Sentral Organisasi Karyawan Swadiri Indonesia (SOKSI) adalah ujung tombak bagi partainya dalam menghasilkan tokoh-tokoh.

Hal itu disampaikannya dalam pidato penutupan Rakernas I dan Rapimnas I SOKSI Tahun 2026 serta pengukuhan pengurus Depinas SOKSI masa bakti 2025-2030 di Kota Bandung, Jawa Barat, Sabtu (16/5).

"SOKSI adalah salah satu organisasi pendiri Partai Golkar yang peranannya cukup strategis. Karena itu, lewat pengukuhan ini, saya harapkan SOKSI segera melakukan konsolidasi kerja lapangan dalam rangka meningkatkan kualitas kader dan sekaligus bisa memberikan kontribusi terhadap peningkatan kursi nanti di parlemen di semua tingkatan, DPR RI, DPRD Provinsi hingga Kabupaten/Kota," kata Bahlil seperti dikutip, Minggu (17/5/2026).

Dia juga meminta, agar kader-kader SOKSI memberikan kontribusi terbaiknya dalam mewarnai sistim politik nasional ke depan.

"Acara ini adalah bentuk konsolidasi yang sangat dibutuhkan," tegas Bahlil.

Pada kesempatan itu, ia juga berharap SOKSI untuk kembali pada khitah perjuangannya sebagai dapur pengkaderan utama yang menyuplai tokoh-tokoh bangsa berkualitas bagi Partai Golkar.

Bahlil menekankan, SOKSI sebagai organisasi kemasyarakatan (ormas) pendiri harus aktif memboboti partai dengan melahirkan kader-kader yang kritis dan vokal, bukan sekadar menjadi pengikut (follower).

Rekrutmen dan kaderisasi yang matang di tingkat internal dinilai sebagai kunci utama untuk meningkatkan kualitas dan performa politik Golkar di masa depan.

"Jadi SOKSI harus memboboti partai. Golkar dasar akarnya salah satu di antaranya adalah SOKSI. Bukan Golkar-nya yang memboboti SOKSI, tapi SOKSI yang harus memboboti Golkar. Ini," jelas Bahlil.

 

Tidak Ada Dikotomi Kepemimpinan

Bahlil juga menegaskan, Partai Golkar merupakan wadah politik yang sangat inklusif dan terbuka bagi seluruh lapisan masyarakat dari Sabang sampai Papua tanpa membedakan latar belakang agama, suku, maupun kasta. 

Ia menolak keras adanya dikotomi kepemimpinan atau sistem kasta yang mengutamakan kelompok tertentu seperti kelompok darah biru dalam tubuh partai berlambang pohon beringin tersebut. Sebab, kompetisi sehat akan terus dibangun di internal Golkar guna memberikan kesempatan yang sama bagi setiap kader yang memiliki komitmen dan kompetensi tinggi.

"Ketika kita membangun dikotomi dalam sebuah pola kepemimpinan politik di Partai Golkar, itu sama dengan kita menutup peluang baru dalam rangka meningkatkan kekuatan basis politik kita," wanti Bahlil.

Dua Periode

Sementara itu, Ketua Umum Depinas SOKSI, Mukhamad Misbakhun kembali menegaskan posisi SOKSI sebagai bagian tak terpisahkan dari Partai Golkar.

Dia menyampaikan rasa syukur dan terima kasih kepada Ketum Golkar Bahlil Lahadalia yang secara tegas menetapkan bahwa SOKSI hanya ada satu, yaitu SOKSI yang didirikan oleh Prof Dr Suhardiman.

“Keputusan itu membuat kami bisa menyelenggarakan Rakernas dan Rapimnas hari ini. Ini menjadi kebanggaan dan komitmen seluruh kader SOKSI untuk tetap solid dan utuh bersama Partai Golkar,” ujarnya.

Misbakhun memastikan, SOKSI memberikan mandat penuh kepada Ketua Umum Partai Golkar, Bahlil Lahadalia, dalam menentukan sikap dan kebijakan sistem pemilu ke depan.

“Kami mempercayakan sepenuhnya kepada Ketua Umum Partai Golkar untuk mengambil kebijakan apa pun terhadap sistem pemilu legislatif maupun Pilkada,” katanya.

Ia meyakini, keputusan yang diambil akan memberikan keuntungan strategis bagi Partai Golkar dan kepentingan bangsa.

Misbakhun kembali menegaskan aspirasi seluruh kader SOKSI juga menginginkan Bahlil Lahadalia memimpin Partai Golkar selama dua periode.