Daftar Usulan Majelis Rektor untuk Presiden Prabowo

Usulan para rektor mulai dari penambahan beasiswa hingga peningkatan dana riset dari hasil keuntungan perusahaan BUMN.

Diterbitkan 28 Juni 2026, 13:16 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Ketua Majelis Rektor Perguruan Tinggi Negeri Indonesia (MPRTNI), Eduart Wolok, menyampaikan sejumlah usulan strategis dari para akademisi dari berbagai perguruan tinggi di Tanah Air kepada Presiden Prabowo Subianto. Usulan ini disampaikan dalam Sarasehan Kebangsaan 2.600 Rektor/Dekan/Dosen PTN & PTS Seluruh Indonesia. 

Berbagai rekomendasi dibacakan oleh Eduart mewakili peserta sarasehan. Pada kesempatan ini dia memilih menyampaikan beberapa usulan yang dinilai paling strategis.

“Sebenarnya begitu banyak, tetapi saya akan mengambil beberapa,” kata Eduart di Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta Pusat, Minggu (28/6/2026). 

Usulan pertama yang dibacakan oleh Eduart disampaikan Rektor IPB University periode 2017-2025, Arif Satria. Para rektor mengusulkan agar pemerintah meningkatkan alokasi beasiswa doktor bagi dosen di perguruan tinggi negeri maupun swasta. 

“Kami meyakini bahwa keberhasilan berbagai program pemerintah memerlukan ekosistem pendidikan tinggi yang kuat, terutama melalui peningkatan kualitas dosen. Oleh karena itu, kami mengusulkan agar alokasi beasiswa doktor S3 bagi dosen, baik di perguruan tinggi negeri maupun swasta, dapat ditingkatkan sehingga percepatan peningkatan kualitas SDM perguruan tinggi dapat terwujud,” katanya. 

Usulan kedua dari Universitas Andalas (Unand). Sebagian laba badan usaha milik negara (BUMN) dialokasikan untuk mendukung pendanaan riset dan inovasi yang melibatkan perguruan tinggi.

“Kami mengusulkan agar sebagian kecil laba BUMN, misalnya sekitar 2 sampai 5 persen dialokasikan untuk mendanai riset dan inovasi kolaboratif dengan perguruan tinggi. Skema ini akan memperkuat kapasitas inovasi BUMN dan Danantara, sekaligus mendorong perguruan tinggi menghasilkan riset yang lebih relevan dengan kebutuhan industri dan pembangunan nasional,” demikian isi usulan yang dibacakan Eduart. 

Usulan ketiga dari Retno Setyawati Indah, akademisi asal Universitas Bengkulu. Dia mendorong pemerintah memperkuat hilirisasi industri hingga menghasilkan produk akhir bermerek karya anak bangsa. Terutama di sektor alat kesehatan yang masih bergantung pada impor. 

“Kami mengharapkan strategi pemerintah untuk mengubah arah hilirisasi dari sekadar pemrosesan ekstraktif, seperti pengolahan mineral mentah menjadi katoda atau prekursor baterai, menuju penciptaan produk akhir bermerek karya anak bangsa, seperti alat kesehatan. Mengingat hingga saat ini sebagian besar alat kesehatan kita masih bergantung pada impor,” ucap Eduart. 

Beasiswa untuk Keluarga Tidak Mampu

Selain itu, pada kesempatan ini para rektor juga meminta pemerintah meningkatkan alokasi beasiswa bagi mahasiswa berprestasi yang berasal dari keluarga kurang mampu. Langkah ini sebagai investasi jangka panjang untuk mencetak sumber daya manusia unggul. 

Selain itu, Eduart juga menyampaikan usulan dari Rektor Universitas Tadulako, Amar, agar kerja sama pemerintah dengan perguruan tinggi terbaik dunia tidak hanya difokuskan pada kampus baru. Tetapi juga melibatkan perguruan tinggi yang telah ada.

“Sehingga lebih banyak institusi dapat meningkatkan kapasitas akademik, kualitas riset, serta daya saing globalnya,” kata dia. 

Eduart mengatakan masih banyak rekomendasi lain yang akan diserahkan langsung kepada Presiden. Dia juga menyebut sejumlah rekomendasi teknis hasil sarasehan telah disepakati untuk ditindaklanjuti bersama kementerian terkait.

“Dan masih banyak lagi, Insyaallah akan diserahkan langsung. Dan beberapa hal teknis yang dirumuskan selama sarasehan, Bapak Presiden, sudah disepakati untuk ditindaklanjuti dengan kementerian teknis terkait,” tutup Eduart.