Prabowo Butuh Bertemu Orang Pintar: Setiap Bulan Panggil Rektor

Dia mengaku membutuhkan masukan dari para akademisi.

Diterbitkan 28 Juni 2026, 13:12 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Presiden Prabowo Subianto menyatakan ingin lebih sering bertemu dengan para rektor dan akademisi untuk bertukar gagasan dalam merumuskan kebijakan pemerintah. Dia mengaku tidak keberatan jika pertemuan dengan para pimpinan perguruan tinggi digelar setiap bulan.

Hal ini disampaikan oleh Prabowo saat menghadiri Sarasehan Kebangsaan 2.600 Rektor/Dekan/Dosen PTN & PTS Seluruh Indonesia bertema “Strategi Kemandirian Ekonomi dan Kesejahteraan Indonesia” di Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta Pusat, Minggu (28/6/2026).

Menurut Prabowo, perkembangan situasi global yang semakin dinamis menuntut pemerintah terus menyerap berbagai pemikiran dan masukan dari kalangan akademisi agar mampu menghadapi tantangan yang dihadapi bangsa.

“Karena itu menurut saya, dan saya kalau empat kali ketemu para rektor itu bagi saya belum apa-apa. Kalau perlu tiap bulan kita ketemu, bener,” kata Prabowo.

Dia menegaskan membutuhkan masukan dari para akademisi karena mereka merupakan kelompok yang memiliki kapasitas keilmuan dan dapat memberikan berbagai solusi atas persoalan bangsa.

“Saya butuh jumpa dengan orang-orang pinter,” ujar Prabowo.

Prabowo mengaku memahami kesibukan para profesor, khususnya yang berdomisili di sekitar Jakarta, terlebih kerap dipanggil menghadiri berbagai pertemuan. Meski begitu, dia berharap komunikasi antara pemerintah dan kalangan akademisi dari berbagai perguruan tinggi tetap terus terjalin.

“Saya kasihan beberapa profesor yang tinggal di sekitar Jakarta itu, bolak-balik dipanggil, iya kan? Saya dengar mereka itu tiap dua jam buka handphone,” ucapnya.

Dialog Kunci Persatuan Bangsa

Sementara bagi akademisi yang berasal dari Bandung, Jawa Barat (Jabar) Prabowo berkelakar kini tidak ada lagi alasan untuk sulit memenuhi undangan pemerintah karena sudah tersedia layanan kereta cepat.

“Yang di Bandung pun tidak ada alasan karena sekarang ada Whoosh. Dipanggil ya 45 menit bisa di Jakarta, kan gitu,” kata Prabowo.

Lebih lanjut, Prabowo menjelaskan selama 18 bulan terakhir dirinya menjalani jadwal yang sangat padat dan banyak mengikuti forum diskusi maupun pertukaran gagasan. Menurutnya, penyatuan seluruh potensi bangsa melalui dialog menjadi kunci untuk menjaga keberlangsungan Indonesia di tengah tantangan global.

Dia berujar, sebagai pemegang mandat di pemerintahan, dirinya berkepentingan untuk terus mendengar berbagai pandangan dari kalangan akademisi agar kebijakan yang diambil mampu menjawab tantangan yang dihadapi Indonesia, baik di tingkat nasional maupun global.

“Dan memang inilah keyakinan saya, inilah keinginan saya, bahwa semua potensi seluruh bangsa harus bersatu, harus mengeluarkan segala pemikiran, segala inisiatif untuk kebaikan kita bersama, untuk survival kita, untuk kelangsungan hidup bangsa Indonesia,” kata Prabowo.