Liputan6.com, Jakarta - Direktorat Tindak Pidana Narkoba (Dittipidnarkoba) Bareskrim Polri mengungkap peran Frans Antoni dalam mengelola keuangan jaringan gembong narkotika Fredy Pratama. Frans disebut memegang peran penting sebagai pengendali keuangan sekaligus operasional sindikat tersebut.
Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri, Brigjen Pol. Eko Hadi Santoso menjelaskan, Frans memiliki peran strategis dalam jaringan tersebut. Dia tidak hanya mengatur aliran uang, tetapi juga menjadi pengendali lapangan dalam operasional sindikat narkotika pimpinan Fredy Pratama.
Dalam praktiknya, Frans memanfaatkan jaringan money changer ilegal yang tersebar di Malaysia, Thailand, dan Indonesia untuk mengelola uang hasil kejahatan narkotika. Selain itu, dia juga menukarkan uang hasil kejahatan, khususnya pecahan 1.000 dolar Singapura, di sejumlah money changer di Indonesia sebelum kemudian membawa uang tersebut ke Thailand.
Advertisement
“Untuk memudahkan penyeberangan uang ilegal, kelompok Frans Antoni juga menggunakan metode cryptocurrency,” kata Eko, Jumat (19/6/2026).
Eko mengungkapkan, Frans diduga telah melakukan aktivitas pengangkutan uang dari Indonesia ke Thailand selama kurang lebih tujuh tahun. Dalam periode tersebut, dia rata-rata melakukan perjalanan dua hingga tiga kali setiap bulan, dengan total mencapai sekitar 168 kali pengiriman.
“Total frekuensi pengangkutan mencapai sekitar 168 kali. Jadi, 168 kali berangkat dari Indonesia menuju ke Thailand dengan membawa uang tunai. Selama proses tersebut, minimal pengangkutannya adalah Rp 1 miliar,” ucapnya.
Edarkan Narkoba di Indonesia
Selain mengelola keuangan, Frans juga diduga membantu peredaran narkoba di Indonesia yang masuk melalui jalur laut dan darat ilegal dari Malaysia dan Thailand. Setiap bulannya, jaringan ini disebut mampu menyelundupkan narkoba dalam jumlah besar.
“Setiap bulannya sindikat ini mampu menyelundupkan segala jenis narkoba dengan jumlah berkisar 100 sampai dengan 500 kilogram,” katanya.
Frans ditangkap di Malaysia pada Kamis (18/6/2026) dan kemudian diterbangkan ke Indonesia pada Jumat (19/6/2026) untuk menjalani pemeriksaan intensif guna pengembangan kasus jaringan tersebut. Penyidik kini fokus menelusuri aliran dana serta struktur jaringan narkotika internasional itu.
“Kami lebih fokus memetakan jaringan dana jaringan Fredy Pratama ini, termasuk upaya pengejaran subjek red notice atas nama Fredy Pratama dan jaringan yang lain yang masih dalam pencarian,” ujarnya, dikutip dari Antara.
Fredy Pratama merupakan merupakan warga negara Indonesia yang telah lama menjadi buronan internasional dan diduga mengendalikan jaringan narkotika lintas negara dari luar negeri sejak 2014.
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9312395/original/029328500_1785490278-Screenshot_2026-07-31_154400.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9306600/original/019959200_1784885023-PLN_cek_fakta.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9315322/original/015511800_1785834344-cek_fakta_-_Bank_Bali.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9296926/original/028949100_1784034568-Menteri_Komunikasi_dan_Digital__Menkomdigi__Meutya_Hafid-14_Juli_2026d.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8263246/original/014499600_1781871195-WhatsApp_Image_2026-06-19_at_19.10.06.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4473583/original/010189000_1687242103-Emi_2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5269743/original/092797600_1751358995-Gianni_Infantino.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9302387/original/003320700_1784544976-Argentina_s_Nicolas_Otamendi__19__and_Nahuel_Molina__26__scuffle_with_Spain___s_Rodri__16_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9294318/original/065079400_1783829517-063_2285706113.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9245742/original/085478200_1783138991-verde.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9299398/original/064759200_1784250864-000_B8VA8NK.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9300741/original/083077900_1784373810-olmo.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9289600/original/065309500_1783409865-Portugal_s_Cristiano_Ronaldo.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9301613/original/093079500_1784504537-000_C2LE74U.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9301644/original/087929500_1784508450-trump_2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264053/original/051807800_1782069676-Spain_s_Lamine_Yamal.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8260490/original/004683900_1781597232-063_2281735743-Spanyol_vs_Tanjung_Verde.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9296230/original/002160200_1784008079-IMG_20260713_163215.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8263246/original/014499600_1781871195-WhatsApp_Image_2026-06-19_at_19.10.06.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8263282/original/007416900_1781876347-WhatsApp_Image_2026-06-19_at_19.52.19.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8263232/original/074996000_1781869809-WhatsApp_Image_2026-06-19_at_18.45.06.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8263229/original/001210100_1781869782-774625.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5553289/original/016345400_1775927447-10.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8263193/original/075564900_1781866232-IMG_3939.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8262100/original/013077900_1781770957-Didit_Prabowo_cium_tangan_Jokowi.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8263141/original/078437000_1781860015-40277.jpg)