Polisi Evakuasi Keluarga Bawa 2 Balita saat Eksekusi Hotel Sultan

Petugas kepolisian juga membantu membawa barang-barang milik keluarga tersebut serta mengawal mereka hingga menuju kendaraan.

Diterbitkan 18 Juni 2026, 18:04 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Polisi mengevakuasi sejumlah pengunjung Hotel Sultan saat proses eksekusi pengosongan berlangsung, Kamis (18/6/2026). Salah satunya adalah sebuah keluarga yang dibantu keluar dari area hotel demi alasan keamanan.

"Keluarga yang terdiri dari Bapak Bagus Riyanto, istri, serta dua putrinya yang masih balita mendapat pendampingan dari petugas untuk segera meninggalkan area hotel atau berpindah ke lokasi penginapan lain yang lebih aman," kata Kasat Binmas Polres Metro Jakarta Pusat AKBP Anggara Sahadewa W, Kamis (18/6/2026).

Petugas kepolisian juga membantu membawa barang-barang milik keluarga tersebut serta mengawal mereka hingga menuju kendaraan. Proses evakuasi berlangsung aman dan lancar.

Anggara menegaskan, kegiatan tersebut merupakan bentuk pelayanan kepolisian yang mengedepankan pendekatan humanis kepada masyarakat.

"Polri hadir untuk memberikan rasa aman dan membantu masyarakat yang membutuhkan. Dalam situasi seperti ini, yang paling utama adalah keselamatan warga, terutama anak-anak dan keluarga," ujarnya.

Selain itu, ia mengimbau masyarakat untuk selalu mengikuti arahan petugas di lapangan guna menjaga keamanan dan ketertiban bersama.

"Kami berupaya memberikan pelayanan terbaik, membantu masyarakat, serta memastikan setiap proses berjalan dengan aman dan kondusif," katanya.

 

Eksekusi Hotel Sultan Diwarnai Kericuhan

Proses eksekusi Blok 15 Gelora Bung Karno (GBK), yang dikenal sebagai kawasan Hotel Sultan, berlangsung ricuh pada Kamis (18/6/2026). Massa melempari aparat gabungan TNI-Polri dengan batu dan botol.

Pantauan Liputan6.com di lokasi menunjukkan kericuhan bermula saat massa memblokade halaman hotel dan mengadang kedatangan personel TNI-Polri serta juru sita.

Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Pol Reynold Elisa Partomuan Hutagalung sempat meminta massa meninggalkan halaman Hotel Sultan. Namun, upaya persuasif tersebut tidak membuahkan hasil dan justru memicu ketegangan.

Personel TNI-Polri yang menggunakan tameng kemudian berupaya memasuki halaman hotel yang telah dipasangi kawat duri. Massa lantas melempari petugas gabungan dengan batu dan botol.

Situasi pun semakin memanas hingga bentrokan tak terhindarkan. Polisi kemudian mengerahkan satu dari dua unit water cannon yang telah disiagakan di lokasi.

Massa akhirnya kocar-kacir dan mundur ke berbagai arah. Sebagian bahkan masuk ke dalam area hotel untuk menghindari kejaran petugas.

Kondisi tersebut dimanfaatkan personel gabungan untuk membubarkan massa yang telah terpecah. Petugas juga mengimbau mereka yang bersembunyi di dalam hotel agar segera keluar.

Â