TNI Bantu Tumpas Begal, Kemenhan Sebut Bagian Operasi Militer

Keterlibatan TNI itu dilakukan melalui patroli dan dukungan pengamanan bersama Polri untuk menjaga situasi tetap aman dan kondusif.

Diterbitkan 26 Mei 2026, 16:35 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Kementerian Pertahanan (Kemenhan) menilai keterlibatan TNI dalam membantu memberantas aksi begal di Jakarta merupakan bagian dari tugas operasi militer selain perang (OMSP). Keterlibatan itu dilakukan melalui patroli dan dukungan pengamanan bersama Polri untuk menjaga situasi tetap aman dan kondusif.

Kepala Biro Informasi Pertahanan Sekretariat Jenderal Kemenhan, Brigadir Jenderal TNI Rico Ricardo Sirait menegaskan, tugas utama penegakan hukum tetap berada di tangan Polri. Namun, TNI tetap memiliki kewenangan membantu pemerintah daerah dan kepolisian dalam situasi tertentu sesuai aturan perundang-undangan.

“Pada prinsipnya, tugas utama penegakan hukum tetap berada pada Polri. Namun dalam konteks OMSP, TNI juga memiliki tugas membantu pemerintah daerah dan membantu Polri sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan,” kata Rico saat dikonfirmasi awak media di Jakarta, Selasa (26/5/2026).

Pernyataan itu disampaikan Rico saat menanggapi langkah Kodam Jaya yang mengerahkan batalyon tempur untuk membantu Polri menangani aksi begal di wilayah Jakarta.

Menurut dia, langkah yang dilakukan Kodam Jaya bertujuan memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat. Upaya tersebut dilakukan lewat patroli bersama, sosialisasi secara humanis kepada warga, hingga langkah-langkah pencegahan lainnya.

Rico menyebut keterlibatan TNI juga sejalan dengan program Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin yang menugaskan Yonif TP di berbagai daerah untuk membantu melindungi masyarakat dari tindak kriminalitas.

Tetap Ada Batasan

Meski demikian, Rico menegaskan TNI tetap memiliki batasan dalam penanganan aksi kriminal. Seluruh tindakan tetap mengedepankan koordinasi dengan Polri sebagai pihak yang berwenang melakukan proses penegakan hukum.

“Tentu seluruh pelaksanaannya tetap mengedepankan profesionalisme, koordinasi dengan Polri, serta pendekatan humanis sesuai aturan yang berlaku,” ujarnya, dilansir Antara.

Dengan sinergi antara TNI dan Polri, Rico optimistis penanganan aksi begal di Jakarta dapat berjalan lebih maksimal.

Sebagai informasi, OMSP merupakan operasi non-tempur yang dijalankan TNI dalam berbagai misi kemanusiaan, seperti penanganan bencana, pembangunan infrastruktur, pengamanan masyarakat, hingga layanan kesehatan.