BMKG: Cuaca Hari Ini di Jakarta Cerah Sejak Pagi

BMKG memprakirakan cuaca Jakarta pada Rabu (17/6/2026), cerah pada pagi hari dan berubah menjadi cerah berawan hingga malam.

Diterbitkan 17 Juni 2026, 06:30 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - BMKG atau Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika memprakirakan wilayah Jakarta Barat, Jakarta Pusat, Jakarta Selatan, Jakarta Timur, dan Jakarta Utara bakal cerah pada Rabu pagi (17/6/2026).

Sementara wilayah Kepulauan Seribu diprediksi bakal cerah berawan. Kemudian mulai siang hingga malam hari, wilayah Jakarta Barat, Jakarta Pusat, Jakarta Selatan, Jakarta Timur, dan Jakarta Utara diprakirakan cerah berawan.

Sementara Kepulauan Seribu diprediksi akan cerah berawan pada siang hari, berawan saat sore, lalu kembali cerah berawan pada malam nanti, melansir Antara, Rabu (17/6/2026).

Suhu udara di Jakarta bakal berkisar antara 25 sampai dengan 33 derajat Celsius, dengan kecepatan angin 3 sampai dengan 24 kilometer per jam.

Sebelumnya, kualitas udara Jakarta pada Rabu pagi (17/6/2026) berdasarkan data situs pemantau kualitas udara IQAir pada pukul 05.00 WIB, menempati peringkat kedua kualitas udara terburuk di dunia.

Indeks kualitas udara (AQI) kota metropolitan tersebut berada di angka 175 dengan angka partikel halus (particulate matter/PM) 2.5 berkonsentrasi 88,5 mikrogram per meter kubik.

 

Kualitas Udara Jakarta Peringkat Dua Terburuk di Dunia Pagi Ini

Kondisi itu menjadikan udara Jakarta masuk kategori tidak sehat. Masyarakat pun dianjurkan menghindari aktivitas di luar ruangan, atau jika berada di luar ruangan, dianjurkan untuk menggunakan masker.

Adapun, kota dengan kualitas udara terburuk di dunia adalah Lahore, Pakistan dengan indeks kualitas udara di angka 382.

Kemudian di urutan ketiga diikuti Kinshasa, Republik Demokratik Kongo dengan indeks kualitas udara di angka 163, dan di urutan keempat diikuti Santiago, Chili dengan indeks kualitas udara di angka 153.

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menyiapkan tiga strategi utama yang tengah dijalankan untuk memperbaiki kualitas udara.

Pertama yakni perluasan jangkauan layanan bus Transjabodetabek untuk mengurangi penggunaan kendaraan pribadi, seperti Blok M-Alam Sutera, Blok M-PIK 2, hingga rencana pembukaan rute baru Blok M-Bandara Soekarno-Hatta (Soetta).