Sumatra Gelap Gulita, Cerita Warga Semalaman Tanpa Listrik

Blackout di sejumlah wilayah Sumatra membuat warga harus menjalani malam panjang dalam kondisi gelap gulita hingga Sabtu (23/5/2026) pagi.

oleh Lizsa EgehamWinda NelfiraReza EfendiDiterbitkan 23 Mei 2026, 12:35 WIB
Mati Listrik di Medan

Liputan6.com, Jakarta - Pemadaman listrik yang terjadi di sejumlah wilayah Sumatra membuat warga harus menjalani malam panjang dalam kondisi gelap gulita. Situasi ini bahkan masih berlangsung hingga Sabtu (23/5/2026) pagi di beberapa daerah, termasuk Kota Medan.

Salah satunya dirasakan Rina, warga Jalan Samanhudi, Kelurahan Jati, Kecamatan Medan Maimun, Kota Medan, yang mengaku bingung dengan kondisi pemadaman tersebut.

“Kami sesama warga di sini bingung, kenapa enggak hidup-hidup listrik. HP padam, cari informasi paling dari mulut ke mulut, lah,” ucap Rina saat berbincang dengan Liputan6.com.

Diungkapkan Rina, ia dan keluarganya tak bisa merasakan tidur nyenyak akibat pemadaman listrik kali ini. Selain khawatir adanya maling, Rina dan para tetangga juga khawatir dengan terjadinya kebakaran.

“Yang laki-laki ada buat ronda dadakan, karena takut aja kampung kita ini dimasuki maling. Apalagi gelap-gelapan, kan. Sama yang kita khawatirkan kebakaran,” ungkapnya.

Warga lainnya di kawasan Kecamatan Medan Helvetia, Arman, mengaku listrik di kawasan tempat tinggalnya perlahan pulih sejak Sabtu (23/5/2026) dini hari, atau sekitar pukul 01.45 WIB.

Meski demikian, Arman, istri dan 3 orang anaknya sempat tidur dengan kondisi gelap-gelapan dan kondisi udara yang gerah. Hal ini disebabkan perangkat elektronik seperti pendingin ruangan dan kipas tidak bisa dipakai.

“Kasihan anak dan istri saya. Alhamdulillah sekarang sudah hidup,” ujarnya.

Sementara warga di Kecamatan Sunggal, Deli Serdang, Woko, juga merasakan keresahan akibat pemadaman listrik. Bahkan, pria yang berprofesi sebagai tukang pangkas ini tidak tahu kapan listrik akan menyala kembali.

“Info yang saya dengar hanya 8 jam pemadamannya. Tapi ini sudah lebih, kenapa enggak hidup juga, gimana mau kerja kalau begini, listrik padam,” keluh Woko.

Woko menyebut, tidak adanya pemberitahuan sebelum pemadaman merupakan hal yang aneh. Apalagi sebagai pelanggan PLN, pemadaman ini merupakan bentuk ketidakseriusan dalam memberikan pelayanan.

“Kita pakai token, kalau telat bayar pasti padam. Nah, ini gimana, udah 10 jam lebih gak hidup-hidup listriknya. Apa kompensasi ke kita, masyarakat?” ucapnya.

Warga Sumbar

Suasana mati listrik di Kota Langsa Aceh. (Istimewa)

Sementara itu, di Sumatra Barat, pemadaman listrik juga dirasakan warga Kota Padang. Salah satunya Haniey Fauziah yang menyebut listrik padam tak lama setelah waktu Maghrib sekitar pukul 18.30 WIB.

“Kalau di Padang mati lampu abis Maghrib mulai mati. Sekitar jam 18.30 WIB,” kata Haniey.

Ia mengaku kondisi tersebut sudah lama tidak terjadi, sehingga membuat warga cukup kesulitan beradaptasi, terlebih di tengah cuaca yang panas dan gerah.

“Kalau gelap memang iya, karena udah lama juga enggak pernah mati lampu. Disini (juga) panas gerah,” ujarnya.

Selama pemadaman, warga terpaksa mengandalkan lampu tenaga surya untuk penerangan terbatas di rumah. “Karena di luar di pasangin lampu solar tenaga surya. Jadi semalam pas mati lampu kami sekeluarga ngumpul di teras,” jelasnya.

“Alhasil ya minim pencahayaan makan malamnya,” sambung Haniey.

Warga lain, Putri, mengungkapkan listrik di wilayahnya padam sejak pukul 20.00 WIB dan baru kembali menyala sekitar pukul 02.00 WIB dini hari. Ia sempat mengira pemadaman hanya berlangsung sebentar, namun ternyata berlangsung berjam-jam tanpa informasi resmi dari PLN.

“Sekitar jam 8 malam tiba-tiba lampu mati, enggak biasanya lampu mati,” kata Putri.

Saat kondisi gelap total, hampir seluruh aktivitas berhenti. Bahkan jaringan internet ikut lumpuh sehingga warga kesulitan berkomunikasi dan mendapatkan informasi.

“Pas lihat ke luar ternyata semua gelap, termasuk area kota Bukittinggi, yang nyala cuma kawasan hotel-hotel aja yang pake genset mungkin,” ujarnya.

“Enggak ada sinyal dan infonya toko-toko dan warung-warung pada tutup,” tambahnya.

 

Listrik Berangsur Pulih

Di sisi lain, pemulihan listrik di sejumlah wilayah Sumatra Barat sudah mulai berlangsung secara bertahap sejak malam hingga dini hari. Warga Batusangkar, Ucy (27), mengatakan listrik kembali menyala sekitar pukul 21.30 WIB dan langsung stabil saat kembali hidup.

“Tadi malam lampu hidup sekitar jam 21.30 WIB,” kata Ucy.

Hal serupa terjadi di Bukittinggi, di mana jaringan komunikasi mulai kembali normal sekitar pukul 21.40 WIB, menurut warga Nia (29).

Sementara di Kota Solok, pemulihan berlangsung lebih lama. Listrik baru kembali menyala sekitar pukul 02.00 WIB dini hari dan stabil pada pagi harinya.

“Di Solok listrik baru hidup jam 2 malam dan stabil sekitar pagi ini sekitar jam 08.00 WIB,” ujar Mawar (28).

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya