TPA Cipayung Terbakar, Pemkot Depok Tambah Patroli Drone

Polres Metro Depok selidiki kebakaran TPA Cipayung. Drone termal tak temukan titik panas. Pemkot siapkan patroli drone dan embung portabel.

Diterbitkan 17 Juli 2026, 18:28 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Wakil Wali Kota Depok Chandra Rahmansyah bersama perwakilan Kementerian Lingkungan Hidup meninjau langsung Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Cipayung yang sempat dilanda kebakaran pada Kamis (16/7/2026). Dalam peninjauan tersebut, Chandra melihat sejumlah bekas titik api yang menghanguskan tumpukan sampah di TPA yang saat ini telah mengalami kelebihan kapasitas (overload).

Chandra mengatakan api berhasil dipadamkan dalam waktu kurang dari satu jam. Meski demikian, penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan Polres Metro Depok.

"Sejumlah saksi sudah dimintai keterangan oleh pihak Polres, dan sampai saat ini hasil penyelidikannya kami belum mendapat update," kata Chandra, Jumat (17/7/2026).

Ia menjelaskan, rekaman kamera pengawas (CCTV) di kawasan TPA tidak menunjukkan adanya aktivitas pekerja saat api pertama kali muncul. Karena itu, Pemerintah Kota Depok menyerahkan sepenuhnya proses pengungkapan penyebab kebakaran kepada pihak kepolisian.

"Tapi kita belum bisa menduga-duga terkait apa penyebab pastinya," ujarnya.

Chandra mengakui berbagai dugaan mengenai penyebab kebakaran telah bermunculan. Salah satunya kemungkinan dipicu gas metana yang lazim terbentuk di area timbunan sampah. Namun, ia menegaskan hal tersebut masih sebatas dugaan dan belum dapat dipastikan.

"Dugaan bisa macam-macam. Jadi memang ada titik api muncul kemudian membesar. Mungkin karena ada gas metana di sekitar situ, sehingga apinya langsung membesar dan menjalar seperti itu," jelasnya.

Chandra memastikan insiden kebakaran di TPA Cipayung tidak menimbulkan korban jiwa maupun korban luka. Pascakejadian, Pemerintah Kota Depok langsung berkoordinasi dengan Kementerian Lingkungan Hidup untuk memperkuat langkah mitigasi dan pencegahan kebakaran.

Menurut Chandra, tim Kementerian Lingkungan Hidup telah menerbangkan drone termal untuk memantau kondisi lokasi. Hasil pemantauan menunjukkan tidak ada lagi titik panas yang terdeteksi di area TPA.

"Tadi juga dari pihak kementerian sudah menerbangkan drone termal. Kami mendapat informasi bahwa drone tersebut sudah tidak mendeteksi lagi titik panas di TPA," katanya.

Selain itu, Pemerintah Kota Depok bersama Kementerian Lingkungan Hidup telah menggelar rapat evaluasi. Salah satu langkah yang disepakati adalah meningkatkan pengawasan di seluruh kawasan TPA, termasuk menambah patroli menggunakan drone.

"Sebenarnya sudah melakukan patroli lapangan secara rutin, nanti akan ditambahkan dengan patroli drone," ungkap Chandra.

Tak hanya memperkuat pengawasan, Pemkot Depok juga berencana meningkatkan sarana dan prasarana penanggulangan kebakaran di TPA Cipayung. Salah satunya dengan membangun embung portabel sebagai cadangan air agar penanganan kebakaran dapat dilakukan lebih cepat.

"Kita juga berencana mengadakan embung portabel di sini. Karena areanya begitu luas, sumber-sumber air harus mampu menjangkau titik-titik apabila terjadi hal yang tidak diinginkan," tutur Chandra.