Liputan6.com, Jakarta - Ketua DPRD Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Kristo Efi, mengaku mendapat teror dan ancaman penculikan setelah menjalani pemeriksaan di Polda Nusa Tenggara Timur (NTT). Pemeriksaan tersebut terkait kasus dugaan intimidasi terhadap almarhumah dr. Eliza Princila Pakaenoni atau yang akrab disapa Dokter Icha.
"Iya benar, saya diancam diculik dan dihabisi lewat telepon dan juga ada orang yang menyampaikan langsung ke saya secara langsung," ungkapnya, Sabtu 25 Juli 2026.
Menurutnya, ancaman itu merupakan bagian dari dinamika dalam menyuarakan kebenaran dan keadilan untuk dokter Icha. Meski mendapat ancaman, politikus Partai Golkar itu menegaskan tidak akan mundur ataupun gentar dalam menyampaikan fakta yang diketahuinya kepada aparat penegak hukum.
Advertisement
Menurutnya, berbagai bentuk tekanan yang diterima justru menjadi konsekuensi yang harus dihadapi ketika seseorang memilih untuk berdiri pada posisi yang memperjuangkan kebenaran dan keadilan.
"Kalau ada teror dan ancaman, itu hal yang lumrah. Kita tetap akan menyampaikan hal yang benar demi keadilan," tegasnya.
Kristo menjelaskan, rangkaian teror tersebut terjadi pada pekan lalu, tepat setelah dirinya selesai diperiksa penyidik Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda NTT dan menyerahkan bukti rekaman yang dimilikinya.
"Kejadiannya minggu lalu, setelah saya diperiksa di Polda NTT dan menyerahkan bukti rekaman," ungkapnya.
Dia mengaku ancaman yang diterimanya tidak hanya berupa pesan melalui aplikasi WhatsApp, tetapi juga informasi dari seseorang yang diterimanya melalui sambungan telepon terkait dugaan adanya pihak yang berupaya melakukan penculikan terhadap dirinya.
"Ada informasi melalui telepon mengenai adanya order dan orang yang mencari saya. Teror dan ancamannya juga disampaikan melalui pesan WhatsApp," katanya.
Lapor LPSK
Merasa keselamatan diri dan keluarganya terancam, Kristo mengaku telah mengambil langkah hukum dengan mengajukan permohonan perlindungan kepada Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK).
"Saya sudah minta perlindungan ke LPSK," ujarnya.
Meski berada di bawah tekanan, Kristo menegaskan komitmennya untuk tetap kooperatif membantu proses penyidikan yang sedang dilakukan kepolisian.
Dia menilai pengungkapan fakta secara utuh merupakan bagian penting dalam mewujudkan keadilan, khususnya dalam penanganan kasus dugaan intimidasi yang berkaitan dengan meninggalnya Dokter Icha.
Advertisement
Isi Video Diserahkan ke Polisi
Kristo diperiksa penyidik Ditreskrimum Polda NTT terkait penyelidikan kasus kematian Dokter Icha, pada Kamis (16/7/2026). Dia menjalani pemeriksaan sejak pukul 11.00 Wita hingga sekitar pukul 17.00 Wita di Markas Polda NTT.
"Ada sebuah bukti yang saya serahkan ke penyidik yakni video rekaman testimoni Dokter Icha, saat saya mengunjunginya di Rumah Sakit Leona," katanya kepada wartawan usai menjalani pemeriksaan kala itu.
Dia mengaku bertemu langsung dengan Dokter Icha pada 17 Juni 2026 ketika korban menjalani perawatan di Rumah Sakit Leona Kefamenanu.
Menurut dia, video yang diserahkan kepada penyidik berisi testimoni Dokter Icha terkait peristiwa yang dialaminya di Instalasi Gawat Darurat (IGD) Rumah Sakit Leona pada 13 Juni 2026. Namun, Kristo enggan membeberkan isi rekaman tersebut karena telah menjadi bagian dari materi penyidikan.
Dia mengatakan, penyidik mendalami berbagai informasi yang pernah disampaikan Dokter Icha kepadanya, baik yang terekam dalam video maupun percakapan secara langsung. Kristo menyatakan siap memberikan keterangan tambahan apabila sewaktu-waktu dibutuhkan dalam proses penyelidikan.
Â
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5136323/original/018303500_1739855855-cek_fakta_keroncong.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9306409/original/068173500_1784877920-cek_fakta_-_pendaftaran_CPNS.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5342869/original/054403100_1757402619-IMG-20250909-WA0009.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8471519/original/070085400_1782374653-Tugas__40_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9307346/original/057895700_1784992062-158716.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9289600/original/065309500_1783409865-Portugal_s_Cristiano_Ronaldo.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9301613/original/093079500_1784504537-000_C2LE74U.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9301644/original/087929500_1784508450-trump_2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264053/original/051807800_1782069676-Spain_s_Lamine_Yamal.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8260490/original/004683900_1781597232-063_2281735743-Spanyol_vs_Tanjung_Verde.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8257806/original/036653900_1781257253-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9301596/original/087157300_1784500330-063_2286807575.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4786318/original/084826700_1711521270-GJmtYCIbgAAkw1f.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9299963/original/007789300_1784281017-mainoo.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3104854/original/092516000_1587109605-000_1Q35MK.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5535295/original/004219900_1773977617-gianni.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9303609/original/094591200_1784672116-AP26200776667216.jpg)