33 Murid SD Pesawaran Lampung Mual Muntah Usai Santap MBG

Kondisi tersebut muncul setelah mereka menikmati sop buah dari menu MBG.

Diterbitkan 24 Juli 2026, 23:16 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Sebuah video memperlihatkan kepanikan di Puskesmas Trimulyo, Kabupaten Pesawaran, Lampung. Rekaman yang diterima Liputan6.com menampilkan sejumlah siswa sekolah dasar didampingi orang tua dan guru menunggu penanganan medis setelah diduga mengalami keracunan usai menyantap makanan dari Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Dalam video tersebut, beberapa siswa tampak lemas, mengeluh mual, hingga muntah. Suasana ruang tunggu puskesmas dipenuhi anak-anak berseragam sekolah, orang tua, dan petugas kesehatan yang hilir mudik memberikan penanganan.

Ketua Satgas MBG Provinsi Lampung, Saipul mengatakan, menu sop buah yang disajikan kepada para penerima manfaat diduga menjadi pemicu munculnya keluhan.

"Diduga dari menu sop buah. Ada 33 orang, terdiri dari 32 siswa dan 1 guru kelas yang mengalami keluhan. Namun seluruhnya sudah diperbolehkan pulang dan tidak ada yang menjalani perawatan inap," kata Saipul, Jumat (24/7/2026).

Para korban mengalami gejala seperti sakit perut, badan panas, mual, hingga menggigil setelah mengonsumsi makanan MBG yang disalurkan oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di SDN 22 Tegineneng, Kecamatan Tegineneng, Kabupaten Pesawaran.

Seluruhnya kemudian dibawa ke Puskesmas Trimulyo untuk mendapatkan penanganan medis.

 

 

Sop Buah Diuji Lab

Sementara itu, Kapolres Pesawaran AKBP Alvie Granito Panditha membenarkan adanya peristiwa tersebut. Menurutnya, polisi masih melakukan penyelidikan untuk memastikan penyebab pasti dugaan keracunan.

"Benar, tim masih di lokasi," ujar Alvie.

Ia menambahkan, penyidik telah mengamankan sampel makanan yang dikonsumsi para siswa untuk diuji di laboratorium.

Selain itu, polisi juga meminta keterangan dari sejumlah saksi guna mengungkap penyebab pasti insiden tersebut.

"Penyelidikan masih dilakukan. Anggota telah mengambil sampel makanan untuk dilakukan uji laboratorium. Kemudian beberapa saksi yang mengetahui peristiwa juga dimintai keterangan," jelasnya.

Hingga kini, hasil uji laboratorium masih ditunggu untuk memastikan penyebab keluhan yang dialami puluhan siswa dan seorang guru tersebut.