Jurus Pemerintah Siapkan Anak Indonesia Jadi SDM Unggul

Pemerintah berupaya memberikan akses yang setara bagi seluruh anak Indonesia, termasuk mereka yang berasal dari keluarga kurang mampu.

Diterbitkan 22 Juli 2026, 18:47 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Menjelang peringatan Hari Anak Nasional (HAN) pada 23 Juli, pemerintah memperkuat sejumlah program prioritas untuk memastikan anak Indonesia mendapatkan hak tumbuh dan berkembang secara optimal. Upaya tersebut mencakup penguatan layanan kesehatan, peningkatan akses pendidikan, hingga penciptaan lingkungan yang aman bagi anak.

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Pratikno mengatakan, Presiden Prabowo Subianto terus mendorong program yang berorientasi pada penyiapan sumber daya manusia (SDM) unggul dan tangguh.

Pratikno memastikan pemerintah berupaya memberikan akses yang setara bagi seluruh anak Indonesia, termasuk mereka yang berasal dari keluarga kurang mampu. Menurutnya, berbagai program dirancang agar tidak ada anak yang tertinggal, sekaligus tetap mampu mencetak generasi yang kompetitif.

“Saya ingin menyampaikan bahwa pemerintah punya begitu banyak program untuk menyiapkan SDM unggul dan tangguh. Tidak ada yang tertinggal, yang di bawah desil-1 dan desil-2 juga dijamin aksesnya. Tapi di saat yang sama juga menyiapkan SDM yang kompetitif,” kata Pratikno dalam Konferensi Pers mingguan PHTC (Program Hasil Terbaik Cepat) di kantor Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI di Jakarta, Rabu (22/7).

Di sektor kesehatan, pemerintah terus memperluas layanan dasar sebagai fondasi pembangunan SDM unggul. Program yang dilakukan meliputi Pemeriksaan Kesehatan Gratis (CKG), pembangunan rumah sakit umum daerah (RSUD), penambahan dokter spesialis, hingga percepatan penanganan stunting, tuberkulosis, dan lepra.

“Mulai dari pemeriksaan kesehatan gratis, kemudian juga pembangunan RSUD besar-besaran di banyak daerah, kemudian penambahan dokter spesialis, mulai dari pendidikan spesialis yang university-based maupun hospital-based dan juga kita terus-menerus mengupayakan untuk penurunan prevalensi stunting, penanganan penyakit tuberkulosis serta lepra,” imbuhnya.

Tingkatkan Kualitas Fasilitas Belajar

Selain kesehatan, pemerintah juga memperkuat sektor pendidikan melalui perluasan akses dan peningkatan kualitas fasilitas belajar. Salah satunya dengan menghadirkan Sekolah Rakyat yang memberikan pendidikan gratis bagi anak-anak dari keluarga miskin kelompok desil-1 dan desil-2.

Pemerintah juga melanjutkan program revitalisasi sekolah di berbagai daerah untuk memperbaiki sarana dan prasarana pendidikan. Upaya tersebut dibarengi dengan digitalisasi sekolah melalui distribusi perangkat pembelajaran digital seperti interactive flat panel (IFP).

“Artinya untuk menjamin bahwa fasilitas sekolah menjadi baik, selain itu juga digitalisasi, distribusi IFP, interactive flat panel yang meluas di seluruh sekolah di Indonesia,” kata Pratikno.

Di samping memperkuat pendidikan dasar, pemerintah juga menyiapkan program pendidikan unggulan untuk mencetak talenta masa depan. Salah satunya melalui pengembangan Sekolah Unggul Garuda yang diarahkan untuk melahirkan generasi unggul di bidang STEM dan kepemimpinan.

Pemerintah juga mengembangkan Sekolah Nasional Terintegrasi (SNT) sebagai sekolah unggulan non-asrama yang menggabungkan jenjang SMP dan SMA. Saat ini, pemerintah menargetkan pembangunan 100 SNT dengan 17 unit di antaranya mulai beroperasi pada tahun ajaran ini.

Sekolah tersebut menerapkan kurikulum kombinasi antara nasional dan internasional dengan pendekatan STEAMS serta penggunaan bahasa asing sebagai bahasa pengantar.

Selain memastikan pemenuhan kebutuhan dasar anak melalui kesehatan dan pendidikan, pemerintah juga memperkuat perlindungan anak dari berbagai ancaman sosial, termasuk kekerasan.

Untuk menjawab tantangan tersebut, pemerintah meluncurkan Gerakan Nasional #RuangAmanNyamanAnak (Gernas RANA) yang berfokus pada empat ruang utama, yakni keluarga, satuan pendidikan, ruang publik, dan ruang digital.

“Anak-anak tidak hanya kita jamin nutrisinya saja, tapi kita juga jamin kesehatan mentalnya. Nah ruang aman dan nyaman itu menjadi penting, karena apakah kalau setiap hari terjadi kekerasan itu akan menimbulkan dampak trauma panjang bagi anak,” kata Pratikno.

Melalui berbagai program tersebut, pemerintah menegaskan komitmennya dalam memastikan anak Indonesia memperoleh hak dasar, mulai dari kesehatan, pendidikan, hingga perlindungan, sebagai bekal menuju generasi unggul di masa depan.