Polisi Periksa Nakhoda dan ABK Ungkap Penyebab Tenggelamnya KM Nurul Salsa

Pemeriksaan terhadap nakhoda dan para ABK dilakukan pada Sabtu (18/7/2026) pagi.

OlehFauzan
Diterbitkan 18 Juli 2026, 13:40 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Polisi mulai menyelidiki insiden tenggelamnya KM Nurul Salsa di perairan barat Pulau Polassi, Kecamatan Bontosikuyu, Kabupaten Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan, yang terjadi pada Rabu (15/7/2026). Dalam proses penyelidikan tersebut, polisi telah mengamankan nakhoda bersama sembilan anak buah kapal (ABK) untuk dimintai keterangan.

Kapolres Kepulauan Selayar, AKBP Didid Imawan mengatakan, pemeriksaan terhadap nakhoda dan para ABK dilakukan pada Sabtu (18/7/2026) pagi di Ruang Unit Reskrim Polsek Pasimasunggu, Kecamatan Pasimasunggu. Pemeriksaan dilakukan oleh personel gabungan BKO Polres Kepulauan Selayar yang diperkuat personel Satreskrim dan Satpolairud.

"Saat ini kami mulai melakukan pemeriksaan terhadap nakhoda, ABK," kata Didid, Sabtu (18/7/2026).

Selain nakhoda dan ABK, penyidik juga mulai meminta keterangan dari sejumlah saksi, termasuk para penumpang yang selamat, guna mengungkap secara utuh kronologi tenggelamnya KM Nurul Salsa.

"Iya betul, penumpang yang selamat juga diperiksa sebagai saksi," bebernya.

Didid menjelaskan, pemeriksaan terhadap nakhoda, ABK, serta para saksi merupakan bagian dari proses penyelidikan yang dilakukan secara profesional untuk mengetahui penyebab pasti kecelakaan laut tersebut.

"Langkah ini merupakan bagian dari proses penyelidikan untuk mengungkap penyebab kecelakaan secara objektif, sekaligus memastikan seluruh fakta yang berkaitan dengan peristiwa ini dapat terungkap secara jelas," ujarnya.

Data Ulang Jumlah Penumpang

Di samping proses pemeriksaan, personel gabungan juga melakukan pendataan ulang jumlah riil penumpang dan korban. Verifikasi dilakukan dengan mencocokkan data manifest, laporan dari keluarga korban, serta identitas korban yang telah ditemukan maupun yang masih dalam pencarian.

Sementara itu, personel Polres Kepulauan Selayar tetap memperkuat patroli laut bersama Basarnas, TNI AL, dan unsur SAR gabungan lainnya guna mempercepat pencarian korban yang hingga kini masih belum ditemukan.

Personel BKO juga melakukan monitoring terhadap kegiatan penyerahan bantuan oleh Wakil Bupati Kepulauan Selayar kepada keluarga korban sebagai bentuk perhatian pemerintah daerah terhadap masyarakat yang terdampak musibah tersebut.

Dia menegaskan, penanganan musibah KM Nurul Salsa dilakukan melalui dua pendekatan secara bersamaan, yakni mendukung penuh operasi kemanusiaan di lapangan sekaligus melakukan penyelidikan untuk mengungkap penyebab kecelakaan.

"Fokus kami saat ini adalah membantu proses pencarian korban bersama seluruh unsur SAR, sekaligus memastikan proses penyelidikan berjalan secara profesional. Kami juga terus melakukan verifikasi data korban agar informasi yang disampaikan kepada masyarakat benar-benar akurat dan dapat dipertanggungjawabkan," tegas Didid.

Jumlah Korban Bertambah

Sebelumnya, Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Kelas A Makassar kembali memperbarui data korban tenggelamnya KM Nurul Salsa di perairan sebelah barat Pulau Polassi, Kabupaten Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan. Hasil verifikasi terbaru menunjukkan jumlah orang yang berada di atas kapal bertambah menjadi 78 orang, terdiri atas 52 orang selamat, satu orang meninggal dunia, dan 25 orang masih dalam pencarian.

Perubahan data tersebut diumumkan di tengah berlangsungnya operasi pencarian hari ketiga pada Jumat (17/7/2026). Hingga operasi dihentikan sementara pada sore hari, tim SAR gabungan belum berhasil menemukan korban tambahan, sehingga jumlah korban yang masih hilang tetap 25 orang.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Kelas A Makassar, Muhammad Arif Anwar mengatakan, penambahan jumlah korban terjadi setelah tim SAR melakukan verifikasi lanjutan bersama keluarga korban, pemerintah daerah, aparat desa, Syahbandar, serta instansi terkait lainnya.

Menurut Arif, proses pendataan dilakukan dengan mencocokkan manifest kapal, laporan keluarga, serta identitas korban yang telah berhasil dievakuasi. Dari proses tersebut, ditemukan adanya tiga orang yang sebelumnya belum tercatat dalam daftar korban dan kemudian dilaporkan hilang oleh keluarganya.

"Data korban terus kami perbarui berdasarkan hasil verifikasi di lapangan. Kami mencocokkan informasi dari manifest, laporan keluarga, pemerintah setempat, serta korban yang telah dievakuasi. Tujuannya agar tidak ada korban yang terlewat dan seluruh data yang disampaikan kepada masyarakat benar-benar akurat. Dari proses tersebut, kami mendapati ada tiga orang korban yang dilaporkan hilang oleh pihak keluarganya, sehingga jumlah korban dalam pencarian pun bertambah," ujar Arif, Jumat (17/7/2026).

KM Nurul Salsa Terbalik

Sebagai informasi KM Nurul Salsa mengalami kecelakaan saat berlayar dari Pulau Jampea menuju Pelabuhan Benteng Selayar pada Rabu (15/7/2026). Kapal tersebut dilaporkan mengalami gangguan mesin di perairan sebelah barat Pulau Polassi sebelum akhirnya terbalik dan tenggelam di tengah laut.

Sejak menerima laporan kejadian, Basarnas Makassar bersama unsur SAR gabungan langsung menggelar operasi pencarian dan penyelamatan terhadap seluruh penumpang dan awak kapal.

Memasuki hari ketiga operasi, Basarnas memperkuat pencarian dengan mengerahkan unsur laut dan udara. Operasi dibagi ke dalam dua sektor berdasarkan hasil analisis Search and Rescue Planning (SARMAP) yang memperhitungkan arah arus, kecepatan angin, serta kemungkinan pergerakan korban di laut.

Di sektor II, Basarnas mengoperasikan KN SAR Kamajaya 104 dengan 32 personel untuk menyisir area seluas sekitar 90 nautical mile persegi. Sementara itu, pencarian dari udara dilakukan menggunakan pesawat Boeing B737-200 milik Lanud Sultan Hasanuddin yang membawa 17 personel guna memperluas pemantauan dari udara.

Pada sektor I, KRI Marlin 877 melanjutkan penyisiran di area pencarian seluas sekitar 102 nautical mile persegi sesuai rencana operasi yang telah ditetapkan.

Meski kekuatan pencarian ditambah, operasi hari ketiga belum membuahkan hasil. Tim SAR gabungan tidak menemukan korban tambahan.

Satu-satunya petunjuk yang ditemukan adalah sebuah pelampung yang diduga berasal dari KM Nurul Salsa. Namun, pelampung tersebut tidak berhasil diamankan karena kondisi gelombang di lokasi pencarian cukup tinggi.

"Pencarian hari ketiga terdapat temuan dari tim KN SAR Kamajaya yang sempat menemukan pelampung, namun tidak dapat diraih karena ombak yang terlalu tinggi. Meski demikian, seluruh informasi yang diperoleh di lapangan akan menjadi bahan evaluasi untuk menentukan strategi pencarian berikutnya," kata Arif.

Dia menambahkan, operasi pencarian akan terus dilanjutkan dengan mengevaluasi hasil penyisiran yang telah dilakukan selama tiga hari terakhir. Seluruh informasi di lapangan, termasuk temuan pelampung dan kondisi arus laut, akan menjadi dasar penentuan area pencarian berikutnya.

Di sisi lain, KRI Marlin 877 telah menyelesaikan penugasannya dalam operasi SAR dan kembali ke perairan Makassar. Kendati demikian, pencarian terhadap 25 korban yang masih hilang tetap dilanjutkan oleh unsur SAR gabungan yang masih berada di lokasi.

Arif menyampaikan apresiasi kepada seluruh personel yang terlibat dalam operasi kemanusiaan tersebut, mulai dari Basarnas, TNI AL, TNI AU, Polairud, BPBD, Syahbandar, SROP Selayar, pemerintah daerah, hingga para nelayan yang turut membantu proses pencarian.

"Kami menyampaikan apresiasi kepada seluruh unsur SAR gabungan, termasuk KRI Marlin 877 beserta seluruh personelnya yang telah membantu pelaksanaan operasi pencarian sejak hari pertama. Sinergi antarinstansi menjadi kekuatan utama dalam operasi kemanusiaan ini. Kami akan terus melanjutkan upaya pencarian terhadap 25 korban yang masih belum ditemukan," tuturnya.

Basarnas Makassar juga mengimbau masyarakat yang memiliki informasi mengenai keberadaan korban maupun benda-benda yang diduga berkaitan dengan KM Nurul Salsa agar segera melaporkannya kepada Posko SAR terdekat. Setiap informasi yang diterima akan diverifikasi dan dijadikan dasar dalam menentukan langkah pencarian selanjutnya.

"Operasi SAR dijadwalkan kembali dilanjutkan pada Sabtu besok dengan mengoptimalkan penyisiran melalui jalur laut dan udara di area yang diperkirakan menjadi lintasan hanyut korban berdasarkan analisis cuaca, arus, dan hasil evaluasi pencarian sebelumnya," pungkasnya.