Liputan6.com, Jakarta - Sudah tiga tahun Fauzan (25) menjalankan usaha furniturnya di Pasir Angin, Cileungsi, Bogor, Jawa Barat. Di tempat itu, hari-harinya dihabiskan di antara tumpukan kayu, serbuk gergaji, dan suara mesin yang memecah keheningan.
Dari bengkel kecil yang berdiri di pinggir jalan itu, berbagai pesanan pelanggan dikerjakan satu per satu. Mulai dari bangku, lemari, kitchen set, hingga aneka furnitur sesuai kebutuhan pemesan.
Rabu (24/6/2026) pagi, Fauzan duduk di depan meja kerja kayu. Tangannya mengukur dan merapikan potongan papan yang akan dirakit menjadi furnitur. Di sekelilingnya, lembaran kayu bersandar di dinding, sementara serpihan kayu memenuhi lantai bengkel. Di bagian depan bangunan, sebuah papan bertuliskan "Farhan Furniture" terpampang menghadap jalan.
Advertisement
Perjalanan usaha Fauzan tidak dimulai dari modal besar. Fauzan mengaku hanya bermodal sekitar Rp 300 ribu ketika pertama kali memulai usaha furnitur pada 2020. Saat itu, usahanya masih dijalankan di Jakarta bersama orang tuanya yang juga berkecimpung di bidang yang sama.
"Waktu itu masih sama orang tua, cuman pengennya mandiri," kata Fauzan saat ditemui di tempat usahanya.
Keinginan untuk berdiri di atas kaki sendiri membuat Farhan pindah ke Pasir Angin pada 2023. Tempat yang ditempatinya hingga kini masih berstatus kontrakan.
Sebelum menjadi pengusaha furnitur, Fauzan sempat bekerja serabutan sebagai kuli bersama temannya. Pengalaman tersebut justru semakin menguatkan keinginannya untuk memiliki usaha sendiri.
"Dari situ kepikiran pengen punya usaha sendiri," ujarnya.
Menariknya, Fauzan tidak memiliki latar belakang pendidikan khusus di bidang pertukangan atau desain furnitur. Dia hanya mengandalkan ketertarikan pada seni lukis. Kemampuan membuat furnitur lebih banyak diperoleh dari lingkungan keluarga dan teman-teman yang lebih dulu berkecimpung di bidang tersebut.
Berbekal pengalaman dan kemauan belajar, Fauzan mulai menerima berbagai jenis pesanan. Tidak hanya furnitur rumah tangga seperti meja dan lemari, dia juga mengerjakan kitchen set, rak penyimpanan, hingga furnitur sesuai desain yang diinginkan pelanggan.
Ikut Zaman Pakai QRIS
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8405796/original/074221500_1782288454-WhatsApp_Image_2026-06-24_at_14.51.46.jpeg)
Setahun usaha di kawasan Pasir Angin berjalan, Fauzan mengenal BRI. Saat itu, usahanya mulai menghadapi perubahan kebiasaan pelanggan yang semakin mengandalkan pembayaran digital. Tidak sedikit pembeli yang datang dan menanyakan apakah tokonya sudah menyediakan layanan QRIS.
Awalnya, Fauzan belum terlalu memikirkan metode pembayaran non-tunai. Namun, semakin banyak pelanggan yang menanyakan hal serupa membuatnya sadar bahwa kebutuhan tersebut tidak bisa diabaikan.
“Orang belanja pada nanyain QRIS. Saya coba ikutin zaman saja, akhirnya bikin QRIS,” ujarnya.
Fauzan mengajukan pembuatan QRIS melalui kantor BRI terdekat di kawasan Metland Cileungsi. Prosesnya tidak memakan waktu lama. Dalam hitungan beberapa hari, QRIS sudah bisa digunakan untuk melayani transaksi pelanggan.
Keputusan tersebut ternyata membawa perubahan di usaha Fauzan. Sebelumnya transaksi didominasi uang tunai, kini sebagian besar pelanggan justru lebih memilih membayar menggunakan QRIS.
Menurut Fauzan, pembayaran digital memberikan kemudahan baik bagi pelanggan maupun pelaku usaha. Pembeli tidak perlu lagi membawa uang tunai dalam jumlah besar, sementara transaksi dapat dilakukan hanya dengan menggunakan telepon genggam.
“Lebih simpel. Nggak perlu bawa cash, pakai HP juga sudah bisa,” katanya.
Kemudahan itu juga dirasakan saat mengelola keuangan usaha. Setiap transaksi yang masuk tercatat secara otomatis sehingga lebih mudah dipantau dibandingkan pembayaran tunai yang terkadang luput dari pencatatan.
Ke depan, Fauzan berencana tetap menggunakan QRIS sebagai metode pembayaran utama di usahanya.
“Menurut saya QRIS penting banget. Sekarang orang kadang keluar lupa bawa dompet, tapi pasti bawa HP,” tuturnya.
Advertisement
Omzet Meningkat
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8405652/original/016010500_1782288321-WhatsApp_Image_2026-06-24_at_14.51.48.jpeg)
Penggunaan QRIS juga berdampak pada perkembangan usaha Fauzan. Setelah memakai QRIS, pemasukan usahanya ikut mengalami peningkatan. Dalam kondisi ramai, omzet yang diperoleh bisa mencapai sekitar Rp 20 juta per bulan.
“Kalau lagi ramai bisa sampai Rp 20 juta,” ujarnya.
Angka tersebut merupakan omzet kotor. Setelah dikurangi biaya produksi dan kebutuhan operasional lainnya, pendapatan bersih yang diterima berada di kisaran Rp 10 juta per bulan.
Meski begitu, pendapatan usaha furnitur tidak selalu stabil. Besarnya omzet sangat bergantung pada jumlah pesanan yang masuk. Saat permintaan sedang menurun, omzet bulanan bisa turun cukup signifikan.
“Kalau lagi sepi banget, kadang cuma sekitar Rp 5 juta,” kata Fauzan.
Meski menghadapi naik turunnya permintaan, Fauzan tetap bersyukur usahanya terus berjalan. Baginya, setiap pesanan yang datang menjadi bagian dari proses membangun usaha.
Permudah Transaksi
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7113281/original/041621500_1779897366-WhatsApp_Image_2026-05-27_at_21.51.10.jpeg)
Tak hanya Fauzan, Nany Andryani Permana (48) juga menandalkan QRIS BRI di tempat usaha baso ikan miliknya. Nany mulai menggunakan QRIS BRI sekitar 2023. Beriringan dengan akses pinjaman Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang dia ambil untuk kebutuhan keluarga dan pengembangan usaha. Nominal pinjaman KUR saat itu sebesar Rp 50 juta.
“Awalnya ditawarin pakai QRIS, terus dibikinin sama petugasnya. Dua-tiga hari sudah jadi QRIS-nya,” cerita Nany.
Sejak itu, pembeli tidak perlu lagi menyiapkan uang pas. Nany pun tidak harus repot menyediakan kembalian.
Menurut Nany, penggunaan QRIS juga makin relevan dengan kebiasaan pembeli di sekitar sekolah yang banyak menggunakan uang digital untuk transaksi kecil. Lapak Nany berada di depan SMPN 1 Klapanunggal, Kabupaten Bogor.
“Kalau ada QRIS lebih gampang. Kadang jualan kecil, Rp 5 ribu juga anak sekolah beli, jadi enak aja,” ujarnya.
Dalam kondisi lain, pembeli juga kerap membayar lebih dari nominal belanjaan lewat QRIS BRI, lalu meminta kembaliannya sebagian secara tunai. Pola seperti ini menurutnya sudah cukup sering terjadi, terutama di kalangan pelanggan harian.
“Misalkan jajan Rp 33 ribu, terus bayarnya Rp 50 ribu. Saya kalau ada kembalian ya saya kasih,” ujarnya.
Selain memudahkan transaksi, QRIS juga membantu Nany dalam mengelola keuangan harian. Semua pembayaran tercatat otomatis sehingga lebih mudah dipantau, termasuk untuk kebutuhan cicilan pinjaman usaha.
Dari sisi operasional, dia juga merasakan berkurangnya risiko yang biasa ditemui pedagang kecil, seperti kesalahan kembalian hingga kekhawatiran menerima uang palsu.
"Kadang kalau ada orang mencurigakan mau pakai uang palsu, saya bilang QRIS aja," ujarnya.
Advertisement
QRIS Jadi Andalan UMKM
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8066585/original/033038600_1780911257-WhatsApp_Image_2026-06-08_at_16.03.49.jpeg)
Kepala BRI Unit Cileungsi, Luki Perdana mengatakan, QRIS kini melekat dalam skema pembiayaan UMKM, terutama untuk usaha perdagangan seperti warung, toko, dan kuliner. Sementara untuk usaha tertentu seperti kontrakan, penggunaan QRIS masih bersifat situasional.
“Setiap nasabah yang realisasi pinjaman sekarang langsung dibikinkan QRIS. Dua sampai tiga hari setelah cair sudah aktif di tempat usaha,” kata Luki.
Langkah ini dilakukan seiring perubahan pola transaksi masyarakat yang semakin jarang menggunakan uang tunai. Konsumen kini lebih sering mengandalkan ponsel untuk pembayaran, sehingga pelaku usaha dituntut menyesuaikan diri.
“Sekarang orang ke mana-mana jarang bawa cash, lebih sering bawa handphone. Biasanya langsung tanya ada QRIS atau tidak,” ujarnya.
Bagi pelaku UMKM, QRIS tidak hanya mempercepat transaksi, tetapi juga menjaga potensi penjualan tetap berjalan. Konsumen yang tidak membawa uang tunai masih bisa tetap bertransaksi tanpa harus membatalkan pembelian.
“Kalau ada QRIS, orang jadi tetap bisa belanja walaupun nggak bawa uang tunai,” kata Luki.
Dari sisi operasional, QRIS juga membantu pelaku usaha mengurangi risiko uang palsu dan mempermudah pencatatan keuangan. Transaksi tercatat otomatis melalui aplikasi tanpa perlu pembukuan manual.
“Pelaku usaha tinggal lihat transaksi yang masuk lewat aplikasi,” ujarnya.
Namun, implementasi di lapangan tidak selalu mulus. Sejumlah pelaku usaha masih mengalami kebingungan terkait sistem pencairan dana yang tidak langsung masuk ke rekening, melainkan melalui sistem batch settlement.
“Mereka sering bingung karena transaksi sudah masuk, tapi uangnya belum langsung ada di rekening,” kata Luki.
Selain itu, ada juga kendala teknis seperti penggunaan QRIS ganda dari bank berbeda dengan nama usaha yang sama, hingga keterbatasan perangkat digital di kalangan pelaku usaha yang lebih senior.
Meski begitu, BRI menilai adopsi QRIS di Cileungsi berjalan cukup baik. Hingga April 2026, target penggunaan QRIS di wilayah tersebut disebut telah tercapai, seiring meningkatnya integrasi layanan digital dalam pembiayaan UMKM.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8805424/original/032384700_1782904857-Cek_fakta_-_Anies_baswedan.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5490270/original/075910100_1770004204-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-02-02T104539.335.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8627383/original/048072800_1782622786-153948.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8782357/original/057831900_1782883984-Cek_fakta-_disabilitas.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8405766/original/054397000_1782288431-WhatsApp_Image_2026-06-24_at_14.51.47.jpeg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8853200/original/078672700_1782925162-063_2284202015.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8261515/original/075937400_1781733992-IMG-20260618-WA0000.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8578726/original/087210500_1782537285-063_2283517405.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4937793/original/094395600_1725589798-AP24249749330750.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8261539/original/051141200_1781743137-IMG-20260618-WA0008.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264054/original/059677500_1782070488-Spain_s_Mikel_Oyarzabal_celebrates_with_teammate_Lamine_Yamal.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8389971/original/012637700_1782270142-AP26174800285397.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5556659/original/033473100_1776274063-000_A6D679V.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8782365/original/061503000_1782884376-AP26181805083891.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8782203/original/029416800_1782879842-mex4.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8782208/original/070447800_1782879843-mex9.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8776307/original/030285700_1782873381-AP26182087478676.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8776230/original/047618900_1782869733-cb5a533d-f441-42e4-a2a5-9a3cf75e667a.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8690047/original/090028700_1782750116-leker__5_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8690619/original/084862300_1782751323-KT_Timoho__7_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8577450/original/052058300_1782535375-WhatsApp_Image_2026-06-27_at_07.42.43.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8689679/original/038437300_1782749382-LUSEE_bag_2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8710406/original/041079300_1782790600-WhatsApp_Image_2026-06-30_at_10.00.12__2_.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5535469/original/004594100_1774015488-IMG_0283.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8689112/original/032643500_1782748110-WhatsApp_Image_2026-06-29_at_10.18.22_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8684125/original/089795800_1782736826-Owner_Jenk_Nik_Brownies_Batik_Cake___Cookies.jpg)