Megawati Rapat Bareng Hasto hingga Ahok, Ini yang Dibahas

Megawati menginstruksikan seluruh struktur PDIP mengambil langkah mitigasi menghadapi ancaman El Nino.

Diterbitkan 01 Juli 2026, 16:50 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Ketua Umum Megawati Soekarnoputri hari ini memimpin rapat Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PDI Perjuangan bersama Sekretaris Jenderal Hasto Kristiyanto di Sekolah Partai, Lenteng Agung, Jakarta Selatan, Rabu (1/7/2026).

Selain Hasto, jajaran DPP hampir seluruhnya hadir seperti Olly Dondokambey, Basuki T Purnama alias Ahok, Eriko Sotarduga, Bintang Puspayoga sampai Deddy Yevri Hanteru Sitorus.

Salah satu agenda yang dibahas dalam rapat tersebut adalah ancaman fenomena El Nino dan musim kemarau yang diprediksi melanda sejumlah wilayah di Indonesia, di mana langsung mengeluarkan instruksi resmi.

"Dengan instruksi ini, partai menegaskan kesiapsiagaan penuh dalam mengantisipasi potensi fenomena El Nino dan ancaman musim kemarau panjang," kata Hasto.

​"Ancaman nyata anjloknya pangan dan menyusutnya air akibat El Nino yang membentang setahun penuh inilah yang mendasari Ibu Megawati dan Partai bergerak cepat melakukan langkah mitigasi sedini mungkin melalui seluruh struktur partainya," sambungnya.

Untuk merespons potensi krisis tersebut, kata Hasto, DPP PDIP mengeluarkan Surat Instruksi Nomor 1110/IN/DPP//2026 yang menginstruksikan "Tiga Pilar Partai" di seluruh Indonesia menjalankan delapan poin aksi tanggap darurat.

Sebelumnya, DPP PDIP juga telah menerbitkan Surat Instruksi Nomor 180/IN/DPP//2025 pada 15 Oktober 2025 yang menginstruksikan kepala daerah dan wakil kepala daerah dari kader PDI Perjuangan untuk melakukan penataan sumber daya air.

"Ini menjadi bukti nyata bahwa PDI Perjuangan tidak hanya bergerak saat bencana tiba, melainkan konsisten membangun ketahanan lingkungan yang kokoh demi kemakmuran rakyat Indonesia," ungkap Eriko.

 

 

 

Isi Surat Instruksi

Berikut isi Surat Instruksi No. 1110/IN/DPP//2026:

Pertama, Edukasi Hemat Air: Mengajak masyarakat melakukan penghematan air serta mendorong budaya menampung air bersih sejak dini lewat tandon, sumur resapan, dan embung.

Kedua, Gerakan Penyimpanan Air: Memfasilitasi pembangunan sarana penampungan air di lingkungan warga dan mengoptimalkan mata air, sungai, serta air hujan.

Ketiga, Mitigasi Kekeringan: Memetakan wilayah rawan, berkoordinasi dengan pemda untuk penyaluran air bersih, dan menyiapkan langkah cepat tanggap darurat.

Keempat, Mitigasi Kebakaran Lahan: Meningkatkan kesiapsiagaan di wilayah rawan, melakukan patroli terpadu, sosialisasi pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla), serta memastikan ketersediaan sarana pemadaman dan sumber air.

Kelima, Perlindungan Sektor Tani: Mendorong pola tanam adaptif kekeringan, mendukung teknologi hemat air/irigasi alternatif, dan mengawal bantuan bagi petani terdampak.

Keenam, Kecukupan Pangan: Memantau stok dan distribusi pangan guna menjaga stabilitas ketersediaan dan harga di pasar.

Ketujuh, Solidaritas Gotong Royong: Menggerakkan kader dan simpatisan untuk bakti sosial distribusi air bersih dan bantuan pokok.

Kedelapan, Pelaporan Berkala: Mewajibkan monitoring dan evaluasi kondisi wilayah secara berkala ke DPP Partai.