Muzani Beberkan Tantangan Negara Islam di Tengah Kemajuan Zaman

Ahmad Muzani mengajak negara-negara Muslim untuk terus memperkuat persatuan.

Diterbitkan 12 Juni 2026, 20:43 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Ketua MPR Ahmad Muzani mengatakan, pesatnya pertumbuhan jumlah penduduk Muslim dunia berjalan beriringan dengan kemajuan negara-negara Islam.

Hal tersebut tercermin dari perkembangan Malaysia dan Indonesia yang kini semakin siap menjadi negara maju melalui peningkatan teknologi, pelayanan kesehatan, pendidikan, serta penurunan angka kemiskinan.

"Pada tahun 40 dan 50-an, Indonesia dan Malaysia masih merangkak berdiri keluar dari kemiskinan. Dan hari ini kita mulai bersiap menjadi negara maju. Ini karena ada peningkatan pelayanan kesehatan, peningkatan pelayanan pendidikan, kemajuan teknologi, stabilitas ekonomi dan politik, serta angka kemiskinan yang terus menurun. Ini semua karena ada keberpihakan negara terhadap rakyatnya," kata Muzani saat menghadiri International Summit of Religios Affairs di Kuala Lumpur, Malaysia, Jumat (12/6/2026).

Politikus Gerindra ini menuturkan, sebagai negara mayoritas muslim, Indonesia terus mengajak agar negara-negara muslim dunia harus terus bersatu. Namun di saat yang sama, Islam juga harus menyesuaikan terhadap perkembangan zaman, sehingga kreativitas dan inovasi bisa diwujudkan dalam berbagai bidang kehidupan.

"Islam harus menyesuaikan terhadap perkembangan zaman. Inovasi dan kreativitas harus diwujudkan untuk pengembangan Islam yang semakin toleran dan moderat. Karena di sisi lain ada pihak yang terus menggaungkan islamophobia yang menganggap kemajuan dunia Islam sebagai ancaman. Ada juga yang menjadikan Islam sebagai gerakan radikal. Inilah yang harus kita gaungkan agar Islam dicintai dengan benar," jelas Muzani.

"Kemajuan teknologi dan ilmu pengetahuan telah menuntut cara pandang agama lebih relevan. Hari ini Malaysia dan Indonesia telah dianggapn menjadi kekuatan Islam yang diperhitungkan," sambungnya.

 

Punya Utang ke Palestina

Namun demikian, kata Muzani, dunia Islam masih memiliki utang terhadap Palestina yang sampai hari ini belum merdeka.

Sebab sesuai hasil Konferensi Asia Afrika di Bandung pada tahun 1955 kita bersepakat bersama-sama untuk memperjuangkan kemerdekaan Palestina.

"Ini kita harus wujudkan. Ini adalah utang kita. Kemerdekaan Palestina juga merupakan tanggung jawab konstitusi Indonesia. Dimana dalam pembukaan UUD 1945 disebutkan bahwa sesungguhnya kemerdekaan itu adalah hak segala bangsa, dan oleh sebab itu penjajahan di atas dunia harus dihapuskan karena tidak sesuai dengan perikemamusian dan perikeadilan," jelas dia.

"Untuk itu kami memohon kepada puang-puang dan tuan-tuan yang hadir dalam forum yang mulia ini untuk terus menyerukan penghentian perang yang terjadi di kawasan," sambungnya.

Menurut Muzani, perang adalah kejahatan yang merusak kehidupan mansuia. Anak-anak menjadi korban, ratusan ribu nyawa melayang, dan menyebabkan geopilitik yang tidak menentu.

"Karena itu cara yang paling baik untuk menghentikan perang adalah dengan terus menjunjung tinggi ukhuwah islamiyah. Tapi ikhuwah islamiyah tidak boleh menjadi ancaman bagi pihak lain. Kita harus memperkuat persatuan di antara bangsa kita meskipun kita berbeda agama, berbeda negara. Justru perbedaan itu menjadi kekuatan kita untuk terus bersatu menciptakan perdamaian di atas dunia," tutup dia.