Kemhan Buka Suara Usai Viral Kapal Pesiar Berlogo Instansi

Siapa pemilik kapal pesiar itu?

Diterbitkan 15 Agustus 2026, 15:30 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Kementerian Pertahanan (Kemhan) buka suara terkait kapal pesiar berlogo instansi Kementerian Pertahanan yang viral di media sosial.

Kepala Biro Informasi Pertahanan Kemhan, Brigadir Jenderal TNI Rico Ricardo Sirait, menegaskan kapal tersebut milik swasta dan memang dikerahkan untuk mendukung operasi dan logistik program strategis nasional, khususnya percepatan ketahanan pangan di berbagai wilayah Indonesia.

"Pemanfaatannya diarahkan penuh untuk menyokong kerja besar negara dalam mewujudkan swasembada pangan," ujar Brigjen TNI Rico seperti dilansir Antara, Sabtu (15/8).

Kepala Biro Informasi Pertahanan Kemhan Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait. (Antara)

Ia menjelaskan penempelan logo Kemenhan pada kapal swasta tersebut menandakan aktivitas operasional armada berada di bawah otoritas dan penugasan pemerintah.

Disebutkan bahwa kapal digunakan untuk mendukung kegiatan dan mobilisasi kebutuhan program ketahanan pangan yang dilaksanakan di sejumlah wilayah Indonesia, termasuk Wanam, Papua Selatan, serta wilayah Kalimantan dan Sumatra.

Adapun kapal pesiar ekspedisi J7 Explorer mendadak menjadi perbincangan hangat di media sosial. Pemicunya, lambung kapal mewah sepanjang 120 meter tersebut tampak disemati logo resmi Kemenhan

Milik Haji Isam

Pengusaha asal Kalimantan Selatan, Andi Samsudin Arsyad atau Haji Isam mengakui kapal tersebut merupakan miliknya. Kapal J7 Explorer berbobot 8.076 GT itu disebut dibangun di Batam dan selesai pada 2022.

Isam mengatakan kapal tersebut "disulap" menjadi kapal induk atau pangkalan bergerak (floating base camp) untuk mendukung proyek pencetakan sawah skala besar di Wanam, Kabupaten Merauke, Papua Selatan.

Menurutnya, karakter geografis Papua Selatan yang terisolasi dan minim infrastruktur darat menjadikan keberadaan J7 Explorer sangat krusijal.

Dijelaskan bahwa kapal tersebut berfungsi sebagai pusat koordinasi, tempat tinggal sementara para tenaga ahli, sekaligus titik tumpu rantai logistik di tengah sulitnya akses lapangan.

Ia menegaskan keterlibatan J7 Explorer menjadi bagian keterlibatan swasta merespons agenda prioritas ketahanan pangan di era pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

Guna mengejar target cetak sawah di Merauke, kata dia, ribuan unit alat berat serta tenaga profesional dari dalam dan luar negeri diterjunkan langsung ke lokasi proyek.

"Sekitar 2.000 ekskavator didatangkan dari China. Selain itu, tenaga ahli dari China, Jepang, dan Eropa juga dilibatkan untuk mendukung pekerjaan di lapangan," ungkap Isam.