Kapolri Ungkap Kunci Utama Pembangunan Nasional

Listyo mengatakan Polri berperan dalam mengamankan berbagai agenda nasional maupun internasional.

Diterbitkan 01 Juli 2026, 14:17 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengatakan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) merupakan fondasi utama pembangunan nasional. Menurut dia, Polri terus mengoptimalkan pelaksanaan tugas untuk menjaga kamtibmas, melindungi, mengayomi, melayani masyarakat, serta menegakkan hukum secara profesional.

"Karena itu, kami terus mengoptimalkan pelaksanaan tugas dalam memelihara kamtibmas, melindungi, mengayomi, dan melayani masyarakat serta menegakkan hukum secara profesional," kata Listyo saat menyampaikan pidato pada peringatan Hari Bhayangkara ke-80 di Satlat Brimob, Cikeas, Bogor, Rabu (1/7/2026).

Listyo mengatakan Polri berperan dalam mengamankan berbagai agenda nasional maupun internasional. Menurut dia, Polri menggelar operasi terpusat dan kewilayahan untuk mengamankan kunjungan tamu negara, berbagai agenda berskala nasional dan internasional, libur Natal dan Tahun Baru (Nataru), Idulfitri, hingga membantu penanganan bencana.

Ia mencontohkan pelaksanaan Operasi Ketupat 2026 yang digelar bersama Kementerian Perhubungan dan para pemangku kepentingan untuk mengamankan arus mudik dan arus balik Lebaran.

Menurut Listyo, operasi tersebut menekan angka kecelakaan lalu lintas sebesar 5,3 persen dan menurunkan fatalitas kecelakaan hingga 30,4 persen. Berdasarkan hasil survei indikator, sebanyak 85,3 persen pemudik juga menyatakan puas terhadap penyelenggaraan Operasi Ketupat 2026.

"Keberhasilan pengamanan ini juga mendorong perputaran uang hingga Rp 161,8 triliun yang turut berkontribusi dalam menjaga pertumbuhan ekonomi nasional," ujar Listyo.

Dalam penanganan bencana alam di Sumatra, Listyo mengatakan Polri mengerahkan 4.106 personel untuk membantu masyarakat di wilayah terdampak. Personel tersebut bertugas mendistribusikan bantuan logistik, mengoperasikan ratusan alat berat, memberikan layanan kesehatan, hingga melakukan pencarian korban dengan melibatkan unit K9.

Peran Polri di Tengah Bencana

Selain itu, Polri juga mengevakuasi dan mengidentifikasi 1.146 jenazah korban, membangun 47 jembatan, termasuk enam jembatan bailey, serta membangun 351 sumur bor dan 300 hunian tetap untuk mempercepat pemulihan wilayah terdampak.

Pada kesempatan itu, Listyo juga mengatakan Polri terus memperkuat kehadirannya di tengah masyarakat melalui berbagai program, seperti patroli dialogis, Jumat Curhat, dan Minggu Kasih.

"Pendekatan ini menjadi sarana untuk mengidentifikasi persoalan, menyerap aspirasi masyarakat secara langsung, serta menghadirkan solusi yang implementatif," kata Listyo.