Gempa Flores NTT: RSUD Komodo Labuan Bajo Rusak, Pasien Dirawat di Halaman

Pasien yang dievakuasi mencakup bayi, anak-anak, hingga dewasa, termasuk dua pasien ICU dan dua pasien HCU.

Diterbitkan 15 Agustus 2026, 15:17 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Gempa bumi magnitudo 7 yang mengguncang wilayah Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu (15/8/2026) pagi, menyebabkan sejumlah bangunan dilaporkan rusak di beberapa wilayah.

Kerusakan dilaporkan terjadi di Kabupaten Sikka, Nagekeo, Manggarai, Manggarai Timur, Manggarai Barat, dan Kabupaten Ende.

Di Labuan Bajo, puluhan pasien RSUD Komodo dilanda kepanikan. Mereka segera dievakuasi ke halaman rumah sakit pascagempa.

Kepala Seksi Pelayanan Medik RSUD Komodo, dr. Florida Pantas menjelaskan, proses evakuasi dilakukan demi keselamatan.

"Seluruh pasien langsung dikeluarkan saat gempa terjadi. Kami tunggu informasi BMKG soal gempa susulan sebelum memastikan boleh kembali masuk gedung,” ujarnya.

Pasien yang dievakuasi mencakup bayi, anak-anak, hingga dewasa, termasuk dua pasien ICU dan dua pasien HCU.

“Dua bayi sudah diamankan. Pasien ruang intensif yang masih butuh oksigen pun sudah tertangani perawatnya, syukurlah tak butuh alat bantu napas saat ini,” kata Florida.

 

Gedung RS Rusak

Selain evakuasi pasien, sebagian gedung rumah sakit juga mengalami kerusakan akibat gempa itu.

Hal serupa terjadi di RSUD Ruteng dan RSUD TC Hillers Maumere, di mana seluruh pasien dipindahkan ke halaman rumah sakit untuk mengantisipasi risiko bangunan roboh akibat guncangan susulan.

Direktur RSUD Ruteng, dr. Oktavianus Yanuarius, mengatakan sudah ada kerusakan di beberapa bagian gedung, namun rincian kerusakan dan kondisi pasien masih dalam proses pendataan.

Gempa berpusat di laut sekitar 30 kilometer timur laut Mbay, Nagekeo, pada kedalaman 15 kilometer, sempat memicu peringatan dini tsunami sebelum akhirnya dicabut. Masyarakat diimbau tetap merujuk pada informasi resmi BMKG dan arahan pemerintah daerah terkait potensi gempa susulan.