Gibran Sampaikan Duka, Pastikan Penanganan Maksimal Gempa NTT

Wapres memastikan pemerintah akan berupaya maksimal untuk memastikan penanganan darurat, evakuasi, dan pendataan dampak bencana.

Diterbitkan 15 Agustus 2026, 12:15 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming Raka menyampaikan duka dan keprihatinan kepada masyarakat yang terdampak gempa bumi bermagnitudo (M) 7,7 yang mengguncang wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) serta memastikan pemerintah akan melakukan penanganan secara maksimal.

"Pikiran dan doa saya bersama seluruh masyarakat yang terdampak, khususnya keluarga yang kehilangan anggota keluarganya, mengalami kerusakan tempat tinggal, maupun yang saat ini masih berada dalam situasi sulit akibat bencana," kata Wapres Gibran, Sabtu (15/8).

Terkait gempa yang terjadi di Kabupaten Nagekeo, NTT, itu, Wapres memastikan pemerintah akan berupaya maksimal untuk memastikan penanganan darurat, evakuasi, dan pendataan dampak bencana.

Tidak hanya itu, ia mengatakan pemerintah akan bergerak cepat dan berupaya menyalurkan bantuan bagi masyarakat terdampak secara cepat dan terkoordinasi.

"Semoga seluruh masyarakat NTT diberikan kekuatan dan keselamatan, serta proses penanganan dan pemulihan dapat berjalan dengan sebaik-baiknya," kata Gibran.

Sebelumnya, gempa bermagnitudo 7,7 mengguncang wilayah Kabupaten Nagekeo pada Sabtu pagi. Menurut Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), gempa tektonik itu terjadi di kedalaman 15 kilometer dan berpusat di laut, pada jarak 38 kilometer timur laut Mbay, Nagekeo, pada Sabtu pukul 04.58 WIB.

Guncangan kuat dirasakan selama kurang lebih satu menit di Nagekeo, Sikka, dan Manggarai Barat, hingga menyebar ke Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB), serta sejumlah wilayah Sulawesi Selatan, seperti Jeneponto, Kepulauan Selayar, dan Maros.

 

 

Wilayah Utara Flores Paling Terdampak Gempa NTT

Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Melki Laka Lena mengatakan wilayah Pulau Flores bagian utara paling banyak terdampak gempa bermagnitudo 7,7 yang berpusat di Kota Mbay, Kabupaten Nagekeo.

“Gempa di Mbay dampak terbesarnya ada di wilayah utara Flores mulai dari Maumere, Ngada, Manggarai serta pusatnya di Nagekeo,” katanya.

Hal ini disampaikannya saat menggelar jumpa pers bersama instansi terkait dan sejumlah Forkopimda, mulai dari TNI dan Polri, di Markas Polda NTT, Sabtu (15/8).

Saat ini, kata dia, data pasti kerusakan serta korban jiwa akibat gempa tersebut masih dalam pendataan oleh pemerintah daerah di Pulau Flores.

Melki mengatakan sejak pagi tadi dirinya sudah menghubungi sejumlah kepala daerah di Flores untuk mendata kerusakan yang terjadi di daerah masing-masing.

“Saya sudah kontak para bupati se-Daratan Flores dengan kondisi yang ada saat ini, segera mengecek kondisi di masing-masing daerah untuk memberikan data kerusakan ke pemerintah provinsi,” tambah dia.

Bencana di Flores, ujar Melki, sudah menjadi perhatian Presiden Prabowo, dan sejumlah menteri sudah diperintahkan untuk meninjau langsung lokasi bencana.

Pemprov NTT juga sudah diminta segera mengecek data agar distribusi bantuan bisa segera dilakukan ke lokasi bencana.

Saat ini, tambah dia, fokus pemerintah provinsi adalah mengevakuasi para korban bencana gempa ke tempat yang aman.

“Saya minta agar toko dan supermarket di lokasi bencana bisa membagikan makanan kepada para korban, dan pemerintah akan memberikan ganti rugi, sambil menunggu distribusi bantuan,” tambah dia.

Lebih lanjut, kata dia, siang ini dirinya akan menggunakan pesawat Polri untuk meninjau langsung lokasi bencana, baik di Maumere maupun di beberapa lokasi lain di Flores.

 

Korban Jiwa Gempa NTT Terus Bertambah

Gubernur NTT Melki Laka Lena bersama pimpinan Forkopimda akan berangkat ke Flores untuk melihat langsung kondisi masyarakat terdampak gempa bumi bermagnitudo 7,7 yang mengguncang wilayah Pulau Flores, Sabtu (15/8/2026).

Ia mengaku sudah berkoordinasi dengan para bupati se-Flores bersama unsur TNI-Polri untuk segera melakukan pengecekan kondisi lapangan, terutama data korban jiwa, baik meninggal dunia maupun luka-luka, serta data kerusakan akibat guncangan gempa bumi.

Terkait data korban meninggal dunia, menurut Melki, untuk sementara tercatat berjumlah lima orang. Rinciannya, tiga orang di Kabupaten Manggarai dan dua orang di Kabupaten Sikka.

"Saya sudah perintahkan semua Bupati, Pimpinan TNI-Polri di setiap kabupaten Pulau Flores untuk mengutamakan evakuasi para korban terdampak, membangun posko penanganan bencana, termasuk pendataan kondisi kerusakan bangunan, dan semuanya akan dihimpun dan update secara berkala," ungkap Melki.

Terkait bantuan bagi para korban bencana, dia juga sudah memerintahkan semua toko yang menjual makanan dan minuman untuk tetap mengutamakan para korban sehingga tidak mengalami kelaparan selama masa penanganan bencana.

"Kami minta semua toko yang menjual makanan tetap memberi akses bagi masyarakat agar tetap mendapatkan suplai makanan, terkait biayanya akan dihitung kemudian tagihannya akan dibayarkan oleh Pemprov NTT di kemudian hari setelah selesai urusan bencana," tambah Melki.

Demikian juga kepada para kontraktor yang memiliki alat berat agar dapat membantu Dinas PU setempat untuk membuka akses jalan yang tertimbun longsor.

Kepada seluruh masyarakat NTT, Melki meminta agar tetap tenang dan tidak panik terhadap berbagai informasi gempa bumi serta mengikuti perkembangan informasi melalui situs resmi instansi terkait.