Cerita Prabowo Panggil Kepala PPATK dan BPKP Sebelum Copot 3 Pimpinan BGN

Prabowo mengaku menerima laporan mengenai dugaan penyelewengan yang dilakukan oleh tiga pimpinan BGN.

Diterbitkan 03 Juni 2026, 21:57 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan dirinya menerima laporan mengenai adanya indikasi penyelewengan yang diduga dilakukan oleh tiga pimpinan Badan Gizi Nasional (BGN) dalam pelaksanaan program prioritas pemerintah, termasuk Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

"Memang sudah beberapa saat, saya mendapat laporan. Ada kekurangan-kekurangan, ada kejanggalan-kejanggalan, ada indikasi-indikasi penyelewengan-penyelewengan," kata Prabowo saat menghadiri acara Building Indonesia's Future Generations Through Nutrition di SICC, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Rabu (3/6/2026).

Menindaklanjuti laporan tersebut, Prabowo mengaku memanggil Kepala Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Yusuf Ateh, Kepala Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) Ivan Yustiavandana, serta sejumlah pejabat terkait lainnya.

Langkah itu dilakukan untuk mengonfirmasi berbagai laporan yang diterimanya mengenai dugaan penyimpangan di tubuh BGN.

"Waktu saya mendapat laporan-laporan itu, saya panggil Kepala BPKP dan juga Kepala PPATK, dan saya panggil beberapa pejabat lain, saya tanya, 'Tolong saya mendapat laporan tentang BGN'," jelasnya.

Setelah melakukan pendalaman, Prabowo akhirnya memutuskan mencopot tiga pimpinan BGN. Meski demikian, ia menegaskan keputusan tersebut bukanlah hal yang mudah karena ketiganya merupakan sosok yang selama ini dipercaya dan dekat dengannya.

"Yang jelas, mengganti mereka itu tidak ringan bagi saya. Tapi, saya ingat kata-kata almarhum ayahanda saya, Profesor Soemitro, pernah mengatakan kepada saya, 'Prabowo, kalau suatu saat kau dalam keadaan bingung atau keadaan ragu-ragu, ingat, berpihaklah selalu kepada rakyatmu'," ucap Prabowo.

 

Tak Ragu Tindakan Tegas

Prabowo menegaskan negara tidak akan ragu mengambil tindakan tegas terhadap siapa pun yang menyalahgunakan amanah rakyat. Ia juga menyatakan siap memperkuat kapasitas lembaga pengawasan dan aparat penegak hukum guna memastikan seluruh program pemerintah berjalan sesuai tujuan.

"Saya tidak mau uang rakyat dicuri. Saya tidak mau uang rakyat dicuri. Dan tidak ada, tidak ada pengecualian," jelas Prabowo.

Di sisi lain, Prabowo menekankan pentingnya Program Makan Bergizi Gratis yang dijalankan BGN sehingga harus terbebas dari praktik penyelewengan. Menurut dia, keberhasilan program tersebut dapat menjadi salah satu fondasi penting dalam mendorong kemajuan Indonesia dan memperkuat perekonomian nasional.

"Semua negara yang maju, yang saya lihat, negara-negara yang maju menggunakan makan untuk anak-anak sekolah, untuk mengurangi kemiskinan, untuk memperbaiki fisik dan kecerdasan generasi-generasi yang penerus," tutur dia.

"Jadi, program ini adalah sangat penting. Dan, program ini kalau berhasil akan menimbulkan suatu kemajuan yang sangat besar untuk ekonomi kita," sambung Prabowo.