Misi Global Sumud Flotilla Dicegat Israel, Nasib Jurnalis RI Belum Diketahui

Menkomdigi mengecam keras tindakan militer Israel yang mencegat dan menahan rombongan Global Sumud Flotilla.

Diterbitkan 19 Mei 2026, 09:35 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid mengecam keras tindakan militer Israel yang mencegat dan menahan rombongan misi kemanusiaan internasional Global Sumud Flotilla (GSF) 2.0 yang tengah menuju Gaza, Palestina.

Rombongan tersebut turut melibatkan sejumlah jurnalis asal Indonesia yang sedang menjalankan tugas jurnalistik, yakni Bambang Noroyono alias Abeng dan Thoudy Badai dari Republika, serta Andre Prasetyo Nugroho dari Tempo.

"Kami mengikuti dengan penuh keprihatinan kabar mengenai jurnalis Indonesia yang tengah menjalankan tugas peliputan dalam misi kemanusiaan menuju Gaza. Di tengah situasi konflik, keselamatan insan pers harus selalu menjadi perhatian kita semua," tutur Meutya dalam siaran pers di laman komdigi.go.id, Selasa (19/5/2026).

Dia menekankan bahwa para jurnalis hadir untuk menyampaikan suara kemanusiaan dan fakta kepada publik. Karena itu, menurutnya mereka harus dihormati dan diberikan ruang yang aman.

Berdasarkan informasi dari Kementerian Luar Negeri, sedikitnya terdapat 10 kapal dalam misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla (GSF) 2.0 yang ditahan aparat Israel, termasuk kapal Amanda, Barbaros, Josef, dan Blue Toys.

 

Status Belum Diketahui

Hingga saat ini, kapal yang membawa para jurnalis tersebut belum dapat dihubungi dan status awak di dalamnya juga belum diketahui secara pasti.

Meutya mendukung langkah diplomatik Kementerian Luar Negeri untuk memastikan perlindungan dan keselamatan seluruh warga negara Indonesia yang menjadi bagian dari misi kemanusiaan menuju Gaza, yang kini tengah menghadapi krisis kemanusiaan akibat serangan Israel.

"Kemkomdigi akan terus berkoordinasi dengan Kemlu dan pihak terkait lainnya untuk memantau perkembangan dan mendukung langkah perlindungan bagi warga negara Indonesia dalam misi tersebut," jelas dia.

Kementerian Luar Negeri menyatakan telah berkoordinasi dengan KBRI Ankara, KBRI Kairo, dan KBRI Amman guna menyiapkan upaya perlindungan serta pemulangan warga negara Indonesia yang berpartisipasi dalam misi kemanusiaan menuju Gaza apabila diperlukan.

"Doa dan harapan kami menyertai seluruh jurnalis dan relawan kemanusiaan agar senantiasa diberikan keselamatan," Meutya menandaskan.