Kapolri Buka Suara soal 'Mabes Gemuk dan Polsek Lemah'

Menurut Sigit, Polri terus melakukan evaluasi dan penyesuaian struktur organisasi agar lebih efektif dan sesuai kebutuhan di lapangan.

Diterbitkan 07 Mei 2026, 19:02 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo merespons sorotan mengenai struktur Polri yang dinilai terlalu gemuk di tingkat Markas Besar (Mabes), tetapi minim personel di tingkat Polsek. Menurut Sigit, Polri terus melakukan evaluasi dan penyesuaian struktur organisasi agar lebih efektif dan sesuai kebutuhan di lapangan.

Pernyataan itu disampaikan Sigit usai menghadiri Rapat Kerja Teknis (Rakernis) Reskrim di Gedung Bareskrim Polri, Jakarta, Kamis (7/5/2026). Dia menegaskan pembenahan organisasi tidak hanya menyasar jumlah personel, tetapi juga tata kelola dan struktur kelembagaan.

“Saya kira itu menjadi bahan pembahasan tapi bukan rekomendasi. Jadi rekomendasinya sudah ada, kita sudah membuat perbaikan dalam hal tata kelolanya baik di bidang lengkaplah, dari mulai SDM, kemudian struktur organisasi dan seterusnya,” kata Sigit kepada wartawan.

Jenderal bintang empat itu mengatakan, postur organisasi Polri akan terus disesuaikan dengan perkembangan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas). Karena itu, perubahan struktur dinilai perlu dilakukan secara dinamis mengikuti kebutuhan operasional.

“Intinya tentunya Polri akan menyesuaikan struktur sesuai dengan kebutuhan. Jadi perkembangan situasi yang ada, tentunya itu juga menentukan struktur Polri ke depan seperti apa,” ujarnya.

Dalam proses penataan tersebut, Polri juga menerapkan prinsip efisiensi dan efektivitas organisasi. Sejumlah bagian yang dinilai tidak lagi relevan atau terlalu besar kemungkinan akan dirampingkan, sementara fungsi baru yang dianggap mendesak justru akan diperkuat.

“Jadi ada hal yang kemudian kita mampatkan namun juga ada hal yang harus kita kembangkan,” tutur mantan Kabareskrim Polri itu.

Sigit menegaskan, Polri akan tetap fleksibel dalam melakukan restrukturisasi agar pelayanan hukum hingga tingkat Polsek dapat berjalan optimal.

“Saya kira kita fleksibel dalam hal itu,” katanya.

Usulan Struktur Mabes Polri Diperkecil

Komisi Percepatan Reformasi Polri (KPRP) merekomendasikan perubahan besar terhadap Struktur Organisasi dan Tata Kerja (SOTK) Polri. Salah satu fokus utama reformasi tersebut adalah memperkuat satuan di tingkat Polsek agar pelayanan publik lebih dekat dengan masyarakat.

Sekretaris KPRP, Ahmad Dofiri mengatakan penguatan di tingkat bawah harus diiringi efisiensi di level Mabes Polri. Menurutnya, struktur organisasi Polri saat ini masih terlalu besar di pusat, sementara kekuatan di tingkat kecamatan relatif terbatas.

“Nah, ini yang kemudian ke depan nanti ya kita rekomendasikan bagaimana supaya struktur Mabes itu menjadi ramping dan di Polsek itu kemudian menjadi kuat,” kata Dofiri usai menyerahkan laporan hasil kerja kepada Prabowo Subianto di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (5/5/2026).