Pramono Ungkap Dampak Ekonomi Konser Ye dan Jakarta Running Festival

Dampak ekonomi konser Ye berpotensi lebih besar karena kegiatan tersebut turut menggerakkan aktivitas di sektor lain, termasuk perhotelan dan pusat perbelanjaan

Diterbitkan 27 Oktober 2026, 11:02 WIB
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyebut konser Ye dan Jakarta Running Festival (JRF) 2026 memberikan dampak ekonomi sekitar Rp 625 miliar bagi Jakarta.

Pramono menjelaskan, penjualan tiket konser Ye saja mencapai Rp 328 miliar. Namun, dampak ekonomi konser tersebut tidak hanya berasal dari penjualan tiket, tetapi juga aktivitas lain yang muncul sebelum dan setelah acara.

“Kalau Ye itu tiketnya saja Rp 328 miliar. Dampak ekonominya Rp 450 miliar,” kata Pramono di Jakarta, dikutip Selasa (27/10/2026).

Menurut Pramono, dampak ekonomi konser Ye berpotensi lebih besar karena kegiatan tersebut turut menggerakkan aktivitas di sektor lain, termasuk perhotelan dan pusat perbelanjaan di ibu kota.

“Dan menurut saya, itu sebenarnya lebih dari itu. Karena kan sebelum dan sesudahnya itu kan juga ada kegiatan-kegiatan yang lain,” ujarnya.

 

Jakarta Running Festival

Sementara itu, Jakarta Running Festival 2026 diperkirakan memberikan dampak ekonomi sebesar Rp 175 miliar. Pramono menyebut ajang olahraga lari tersebut juga melibatkan pelaku usaha lokal.

“Ada 49 UMKM lokal dan kurang lebih 130 brand. Separuhnya itu lokal, separuhnya itu asing,” kata Pramono.

Dia melanjutkan, keterlibatan UMKM dan berbagai merek tersebut menjadi bagian dari aktivitas ekonomi yang muncul selama penyelenggaraan Jakarta Running Festival 2026.

Jika dijumlahkan, konser Ye dan JRF 2026 diperkirakan menghasilkan dampak ekonomi sekitar Rp 625 miliar bagi Jakarta. Rinciannya berasal dari estimasi dampak ekonomi konser Ye sebesar Rp 450 miliar dan Jakarta Running Festival sebesar Rp 175 miliar.