Digerebek di Kontrakan Prostitusi Online, Pria Nekat Lompat Pagar

Penghuni kontrakan mengakui praktik tersebut dengan tarif Rp 200 ribu.

Diterbitkan 09 Juli 2026, 20:45 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Tiga pilar Kelurahan Cilangkap bersama warga mendatangi sebuah rumah kontrakan di kawasan Cilangkap, Tapos, Depok, menyusul laporan dugaan praktik prostitusi online yang meresahkan warga.

Lurah Cilangkap, Galih Catur Prasetya, mengatakan langkah tersebut merupakan tindak lanjut atas laporan masyarakat, yang kemudian bersama pengurus lingkungan kemudian berkoordinasi untuk menelusuri dugaan aktivitas tersebut.

"Saat kami datang, ternyata terdapat sepasang lawan jenis sedang berada di dalam," kata dia kepada wartawan, Kamis (9/7/2026).

 

Didampingi Bhabinkamtibmas, Galih meminta perempuan penyewa kontrakan membuka pintu. Saat petugas melakukan pemeriksaan, seorang pria diduga mencoba kabur melalui pintu belakang.

"Pria yang berada di dalam, mungkin takut, mencoba kabur dengan melompat pagar, namun berhasil kami amankan," terang Galih.

Adapun, saat pihak perempuan diminta keterangan, yang bersangkutan mengakui melakukan prostitusi online untuk memenuhi kebutuhan hidup dan baru beberapa bulan menyewa kontrakan.

"Awalnya sempat mengelak, tapi pas kami periksa dan menemukan alat kontrasepsi, akhirnya mengakui perbuatannya dengan tarif Rp 200 ribu," jelas dia.

"Pria dan perempuan yang kami amankan bukan warga Cilangkap, perempuan itu merupakan pendatang dan menyewa kontrakan di wilayah kami," sambungnya.

 

Beri Imbauan

Galih meminta, pengurus lingkungan maupun masyarakat saling mengenal diri antar sesama warga.

Pengurus lingkungan dan pemilik kontrakan, dapat memiliki identitas setiap warganya dan pemilik kontrakan dapat memberikan pengawasan terhadap penyewa kontrakan.

"Kita berusaha saling jaga kampung kita, saling memberikan perhatian kepada lingkungan, jangan sampai terjadi hal seperti ini lagi," kata dia.