Hari-Hari Berat Warga Kemayoran di Tenda Pengungsian Usai Dilanda Kebakaran

Dowi tak menyangka, dalam hitungan menit hunian warga hanya tersisa puing.

Diterbitkan 02 Juni 2026, 15:29 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Dowi (52) hanya termenung meratapi puing-puing rumahnya yang kini menjadi arang. Dia kebingungan, akan pindah ke mana setelah ini. Tak ada harta benda bisa diselamatkan. Selain keluarga dan baju yang menempel di tubuh mereka.

Tak banyak kata diucapkan Dowi saat ditemui wartawan, Selasa (2/6/2026). Seolah masih mencerna yang terjadi. Bagaimana tidak. Dalam hitungan menit, api melumat hunian warga tak tersisa.

"Api muncul dari dua rumah di belakang, lalu langsung membesar," katanya coba mengenang kejadian tadi malam.

Sejak tadi malam, Dowi dan istri Wiji Lestari (47) terpaksa tinggal di tenda bersama warga lainnya. Sebenarnya, mereka bisa menumpang sementara di rumah saudara. Tetapi, Dowi dan istri enggan pergi. Mereka ingin mengais lokasi kebakaran. Berharap masih ada yang bisa diselamatkan.

 

 

Bantuan Makanan Bakso hingga Nasi Kotak

Sebagai korban kebakaran, Dowi tak punya banyak pilihan. Dia coba bertahan dengan keadaan yang ada. Terpenting, masih mendapat uluran tangan berupa makanan. Seperti siang ini, warga mendapat bantuan makanan bakso dari dapur milik BAZNAS.

Antrean begitu panjang. Terik matahari tak menyurutkan semangat warga untuk sekadar mengisi perut.

Selain bakso, ada juga nasi kotak dari Pemprov DKI Jakarta.

"Ada nasi goreng, ayam. Kalau bakso lama ngantri, dari BAZNAS. Nasi kotak dari pemprov, nasi goreng Brimob," ujarnya.

Meski kondisi dihadapi begitu sulit, Dowi masih bersyukur. Dia dan warga yang menjadi korban mendapat bantuan makanan dengan cita rasa sangat baik.

"(Rasa makanannya enak) Alhamdulillah," ungkapnya.

 

 

Warga Sibuk Urus Dokumen Terbakar

Sampai jelang sore, Dowi dan Wiji masih berada di tenda-2 Serdang milik BPBD DKI Jakarta. Sembari mengurus surat-surat atau beberapa dokumen yang terbakar.

Sebelumnya, kebakaran hebat melanda permukiman padat penduduk di Kemayoran Gempol belakang Pasar Jiung, RT 002/RW 04, Kelurahan Kebon Kosong, Kemayoran, Jakarta Pusat, Senin (1/6) malam. Sedikitnya 250 bangunan semi permanen dengan sekitar 300 KK terdampak dalam peristiwa itu.

Kasi Humas Polres Metro Jakarta Pusat, Iptu Erlyn Sumantri mengatakan, kebakaran terjadi sekitar pukul 21.10 WIB. Dugaan sementara, api muncul akibat korsleting listrik.

"Penyebab kebakaran diduga dari korsleting arus listrik,” kata Erlyn dalam keterangan tertulis, Selasa (2/6).

Berdasarkan keterangan saksi, D selaku pengurus RW 04, api diduga pertama kali muncul dari dua rumah di belakang lokasi tempatnya tinggal. Rumah milik seorang warga bernama DH menjadi dugaan titik awal munculnya api.

"Sekitar pukul 21.00 WIB tiba-tiba api muncul dari dua rumah di belakang saksi, lalu langsung membesar," ujarnya.

 Reporter: Nur Habibie/Merdeka.com