Korban Kebakaran Kemayoran Ogah Dipindah ke Rusun: Dari Lahir, Ari-Ari Ditanam di Sini

Lahan tempat permukiman wargaa berdiri selama ini ternyata milik Sekretariat Negara.

Diterbitkan 02 Juni 2026, 14:24 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Kebakaran menghanguskan permukiman di Pasar Jiung, Kemayoran, Jakarta Pusat. Pascaperistiwa itu, warga yang kehilangan tempat tinggalkan ditawarkan pindah ke rumah susun (rusun).

Tawaran itu disampaikan Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno. Apalagi, lahan tempat hunian warga berdiri milik Sekretariat Negara (Setneg). Namun, Rano mengatakan warga menolak tawaran tersebut.

"Tadi saya ngomong dengan beberapa warga, 'nggak mau coba di rumah susun?' Aduh Bang, kita lahir di sini, Bang, bahkan yang namanya ari-ari kita ditanam di sini. Saya bilang, saya lahir di Kemayoran, di Kepu, ari-ari saya juga saya tanam di Kemayoran, masa kita mau berjubel-jubel tinggal di sini?" ujar Rano di Jakarta, Selasa (2/6/2026).

 

Janjikan Hidup Lebih Baik di Rusun

Menurut Rano, tinggal di rumah susun dapat memberikan kualitas hidup yang lebih baik bagi warga dibandingkan tinggal di kawasan permukiman padat.

"Kita selalu berusaha untuk menyadarkan masyarakat bahwa bukan berarti tidak layak, tapi mungkin kalau tinggal di rumah susun jauh lebih layak," ungkap Rano.

 

Dampak Kebakaran

Rano menyebut, berdasarkan data sementara, kebakaran di lokasi itu berdampak pada 304 bangunan dan menyebabkan 354 kepala keluarga atau 679 jiwa terdampak.

Jumlah korban terdampak terdiri dari 326 laki-laki dan 353 perempuan. Di antara korban itu, terdapat 35 lansia, 90 balita, 53 anak usia sekolah dasar, enam anak usia SMP, 22 remaja usia SMK, serta 414 warga dewasa termasuk ibu hamil.

Untuk membantu para korban, Pemprov DKI Jakarta telah menyiapkan sejumlah fasilitas di lokasi pengungsian yang berada di Lapangan Yusuf Hamka.