Model Rekayasa Cerita jadi Korban Begal Hingga Viral, Warga Diminta Tak Main-Main

Unggahan yang telanjur menyebar bisa memicu keresahan di tengah masyarakat.

Diterbitkan 22 Mei 2026, 12:32 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Model wanita Ansy Jan De Vries menyebarkan hoaks menjadi korban begal. Dia menangis usai menjalani pemeriksaan sebagai saksi di Polda Metro Jaya, Kamis (21/5/2026) malam. 

Dia diperiksa terkait kasus penyebaran berita bohong pembegalan dan pembacokan yang viral di media sosial. Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kombes Pol Iman ikut angkat bicara.

Dia mengingatkan warga tak asal unggah kejadian kriminal di media sosial. Bukan tanpa alasan, berdasarkan hasil penyelidikan sejumlah informasi viral soal kejahatan ternyata hoaks dan hanya bikin resah masyarakat.

Iman mengakui, polisi terbantu dengan peran media sosial dalam memburu pelaku dan mempercepat layanan aduan warga. Namun, Polisi juga menemukan beberapa unggahan viral yang tak sesuai fakta usai dicek langsung di lapangan. 

“Karena dari beberapa berita viral yang ada di media sosial, setelah kami konfirmasi dan kami lakukan verifikasi, ternyata informasi tersebut tidak benar, ternyata informasi tersebut hoaks,” kata Iman kepada wartawan, Jumat (22/5/2026). 

Menurut dia, unggahan yang telanjur menyebar bisa memicu keresahan di tengah masyarakat. Dia mengimbau warga lebih hati-hati sebelum menyebarkan informasi. 

“Sekali lagi kami mengimbau kepada semua masyarakat atau warga Jakarta mari sama-sama gunakan media sosial ini dengan bijak sehingga tidak menimbulkan kegaduhan, tidak menimbulkan keresahan, dan dapat dipercaya memberikan informasi dengan benar sesuai dengan faktanya,” pesannya.

Cari Perhatian Pengikut Media Sosial

Sebelumnya, jagat maya dihebohkan dengan kabar bahwa Ansy Jan De Vries menjadi korban begal ganas hingga dibacok di kawasan Kebon Jeruk, Jakarta Barat. Merespons keresahan publik, pihak kepolisian langsung bergerak cepat mengecek tempat kejadian perkara (TKP) hingga menelusuri data pasien di Rumah Sakit Sumber Waras.

Namun, polisi menemukan kejanggalan karena nama Ansy tidak tercatat sebagai pasien di rumah sakit tersebut.

Petugas yang curiga kemudian mendatangi langsung kediaman Ansy dengan melibatkan tim psikologi, unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA), serta petugas kesehatan. Dari pertemuan itulah kedok Ansy akhirnya terbongkar.

“Kami tegaskan bahwa yang bersangkutan bukanlah menjadi korban begal ataupun tindakan kriminal lainnya,” tegas Budi.

Budi mengungkapkan, narasi mencekam soal pembegalan itu murni rekayasa yang dibuat oleh Ansy sendiri. Motif di balik aksi nekatnya tersebut dinilai sangat sepele, yakni hanya untuk mencari perhatian di tengah maraknya isu kriminalitas jalanan.

"Yang pertama karena iseng, yang kedua ingin mengglorifikasikan bahwa beberapa kejadian viral tentang begal,” jelas Budi.

Di akhir keterangannya, Budi mengimbau dan mengingatkan masyarakat luas agar bijak dalam bermain media sosial serta tidak menyebarkan kabar bohong yang dapat memicu ketakutan dan kegaduhan di tengah publik.