Inflasi Jakarta 2,12 Persen, Tapi Sektor Ini Melonjak 11,58 Persen

BPS melaporkan inflasi tahunan (year-on-year/y-on-y) di Jakarta pada April 2026 sebesar 2,12 persen. Sejumlah komoditas naik tajam.

Diterbitkan 06 Mei 2026, 09:16 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi DKI Jakarta mencatat inflasi tahunan (year-on-year/y-on-y) di ibu kota pada April 2026 sebesar 2,12 persen. Angka ini menunjukkan bahwa ada kenaikan harga-harga komoditas dibandingkan tahun sebelumnya, namun lajunya lebih terkendali ketimbang April 2025.

“Pada April 2026 terjadi inflasi year-on-year (y-on-y) di Provinsi DKI Jakarta sebesar 2,12 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 109,68,” kata Kepala BPS DKI Jakarta Kadarmanto, dikutip Rabu (6/5/2026).

Kadarmanto merinci secara bulanan, inflasi pada April 2026 juga relatif rendah, yakni sebesar 1,12 persen. Angka ini jauh lebih rendah dibandingkan April 2025 yang mencatat inflasi bulanan sebesar 1,44 persen.

Dari sisi tren tahunan, inflasi Jakarta pada April 2026 tercatat lebih rendah dibandingkan April 2025 sebesar 2,21 persen, dan relatif stabil dibandingkan April 2024 yang berada di level 2,11 persen. Kondisi ini mengindikasikan tekanan harga masih ada, tetapi tidak sekuat tahun sebelumnya.

"Inflasi y-on-y terjadi karena adanya peningkatan harga komoditas yang ditunjukkan oleh naiknya indeks harga seluruh kelompok pengeluaran," ujarnya.

Kelompok komoditas yang mengalami kenaikan, meliputi makanan, minuman, dan tembakau sebesar 2,35 persen, pendidikan 2,17 persen, transportasi 1,61 persen, serta penyediaan makanan dan minuman/restoran sebesar 1,69 persen. Sedangkan kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya mencatat lonjakan tertinggi.

“Kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya mengalami inflasi y-on-y sebesar 11,58 persen,” kata Kadarmanto.

Komoditas Pendorong Inflasi

Lalu, dari sisi komoditas, inflasi di Jakarta juga didorong oleh sejumlah barang dan jasa utama. Komoditas yang dominan memberikan andil inflasi y-on-y pada April 2026 antara lain emas perhiasan, daging ayam ras, angkutan udara, beras, minyak goreng, dan tarif kendaraan roda dua online.

Meski begitu, terdapat sejumlah komoditas yang menahan laju inflasi. Di antaranya ialah komoditas rumah tangga.

"Komoditas yang memberikan andil deflasi y-on-y antara lain bawang merah, bawang putih, cabai merah, cabai rawit, serta beberapa komoditas rumah tangga," kata Kadarmanto.