Liputan6.com, Jakarta - Kapolres Metro Jakarta Timur Kombes Pol Alfian Nurrizal mengatakan, ribuan personel diterjunkan untuk mengamankan sidang Roy Suryo Cs terkait dugaan pencemaran nama baik di Pengadilan Negeri Jakarta Timur (PN Jaktim) pada Kamis (5/11/2026).
“Saat ini kita pengamanan seluruhnya jumlahnya sebanyak 6.770 personel. Terdiri dari TNI sebanyak 1.200 dan untuk Polri sebanyak 5.570,” ujar Alfian di PN Jaktim, Kamis (5/11/2026).
Advertisement
Dia menjelaskan, pengamanan tersebut dilakukan untuk mengawal sidang kedelapan yang menghadirkan Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) sebagai saksi dalam perkara dengan terdakwa Roy Suryo dan dokter Tifa.
“Dan sesi ini akan dilaksanakan sidang dua kali. Yang pertama, sidang pertama dimulai pada pukul 09.00 hingga pukul 12.00, dan selanjutnya dilanjutkan dengan ishoma pada pukul 12.00 sampai pada pukul 14.00 WIB. Setelah itu dilanjutkan sidang kedua, yaitu dari pukul 14.00 sampai selesai,” kata Alfian.
Menurut dia, pengamanan oleh TNI dan Polri dilakukan dengan menerapkan tiga ring, yakni ring satu, ring dua, dan ring tiga.
“Kami jelaskan ring tiga itu adalah penyekatan. Penyekatan dengan barrier, yaitu dari kelompok Projo maupun kelompok pendukung dari Roy Suryo maupun Ibu Tifa. Dan di situ juga akan kita siapkan untuk dua unit AWC dan juga Raisa, itu adalah mobil penerangan imbauan kepada pendukung untuk bekerja sama agar bisa tertibnya sidang di dalam sehingga tidak mengganggu terhadap pelaksanaan sidang yang akan dilaksanakan,” papar Alfian.
Selanjutnya, kata dia, di ring dua disiapkan empat sektor.
“Empat sektor ini yang bisa masuk ke ring dua adalah sejumlah 200. 200 ini terdiri dari pendukung yakni 100 dari Projo, 100 dari Bapak Roy Suryo maupun Ibu Tifa,” tutur Alfian.
“Setelah itu, untuk masuk ke sidang utama, ini kita berikan sebanyak 80 pendukung. Kita bagi dua, yaitu 40 dari pendukung Projo dan 40 orang dari pendukung Bapak Roy Suryo maupun Ibu Tifa,” sambung dia.
Pemeriksaan Ketat
Alfian menjelaskan, saat hendak masuk ke Ruang Sidang Utama, pengunjung akan menjalani pemeriksaan badan. Selain itu, pemeriksaan menggunakan X-ray juga disiapkan bagi pengunjung yang membawa tas.
“Dan tentunya ini sidang untuk menjaga ketertiban, keamanan, kami mengantisipasi agar tidak ada terjadi hal yang tidak kita inginkan. Sehingga kami pastikan untuk mengimbau kepada yang akan mendukung atau melihat persidangan ini untuk tidak membawa barang-barang yang terlarang atau membahayakan kepada badan atau jiwa,” terang dia.
“Sehingga kami akan siapkan untuk Polki, Polki ini untuk menggeledah kepada pengunjung yang laki-laki, untuk Polwan untuk melakukan penggeledahan badan kepada perempuan atau wanita yang akan masuk ke sidang utama,” sambung dia.
Alfian berharap sidang dapat berjalan aman, tertib, dan kondusif hingga seluruh rangkaian sidang sesi pertama dan kedua selesai.