Liputan6.com, Jakarta - Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Jenderal Listyo Sigit Prabowo melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdes) Merah Putih Cakung Timur, Jakarta Timur, Senin (2/11/2026).
Listyo mengecek ketersediaan gerai obat, tabung gas 3 kg bersubsidi, kebutuhan pokok, serta barang-barang bersubsidi dengan harga yang lebih terjangkau.
Advertisement
Kunjungan Listyo menindaklanjuti arahan Presiden Prabowo Subianto yang menginginkan Kopdes Merah Putih menyediakan apotek desa dan berbagai kebutuhan pokok.
"Hari ini saya sengaja memang melaksanakan inspeksi mendadak di KDKMP Cakung Timur. Untuk mengetahui langsung terkait dengan tindak lanjut dari perintah Bapak Presiden, khususnya ketersediaan obat dan juga barang-barang subsidi," kata Listyo, Senin (2/11/2026).
Gerai obat tersebut telah menjual obat-obatan yang disuplai dari Kimia Farma dan juga dibina oleh Apotek Farmasi Pertahanan yang berada di Rumah Sakit Pusat Pertahanan Negara (RSPPN).
Listyo memastikan ketersediaan beras, obat, minyak, dan tabung LPG 3 kg di Kopdes Merah Putih. Menurut dia, barang yang dijual di Kopdes Merah Putih lebih murah dibandingkan tempat-tempat lain.
"Beberapa interaksi yang kita laksanakan dengan masyarakat, ada selisih harga yang lebih murah dibandingkan dengan tempat-tempat eceran yang lain. Jadi tentunya ini membantu masyarakat yang ada di sekitar Cakung," jelasnya.
Ketersediaan Gerai Obat
Terkait ketersediaan gerai obat di Kopdes Merah Putih, sempat muncul kendala regulasi dan koordinasi. Namun, hambatan tersebut telah diatasi Kantor Staf Presiden melalui rapat koordinasi bersama Menteri Kesehatan, BPOM, dan kementerian/lembaga terkait.
Rapat yang dipimpin Kepala Staf Kepresidenan pada Kamis, 15 Oktober lalu, telah menyepakati skema distribusi dan penjualan obat di gerai Kopdes Merah Putih.
"Semua kebutuhan terkait gerai (KDKMP) tersebut bisa diselesaikan, karena memang ada skema tadi yang sudah diputuskan, mudahan ini betul-betul bisa dimanfaatkan oleh masyarakat, karena memang harapan dari KDKMP adalah bagaimana nilai kemanfaatan bagi masyarakat yang membutuhkan, khususnya bagi tempat- tempat yang memang membutuhkan gerai obat karena tidak ada apotek, atau klinik, jadi altenatif yang bisa dibeli masyarakat," tutur Listyo dalam siaran persnya, Jumat (16/10/2026).
Dia mengatakan penyelesaian kendala ini merupakan bagian dari tindak lanjut arahan Presiden Prabowo Subianto agar KDKMP segera beroperasi dan menyediakan kebutuhan masyarakat.
"Alhamdulillah, dengan kehadiran Bapak Menteri Kesehatan, Kepala BPOM, kemudian juga dari BPK RI, Bapak Slamet Edi, serta BPKP, semuanya bisa memberikan satu jawaban, konklusi, dan kesimpulan bahwa obat-obatan, baik yang bebas maupun bebas terbatas, bisa segera disalurkan di Koperasi Desa Merah Putih," ujar Listyo.