Liputan6.com, Jakarta - Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) menggelar pertemuan strategis bersama pemerintah, Bank Indonesia (BI), Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dan Danantara Indonesia di Gedung Nusantara III, Kompleks Parlemen, Jakarta, Kamis (24/9/2026). Pertemuan yang dipimpin Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad ini memperkuat koordinasi untuk menyinkronkan arah kebijakan ekonomi dan keuangan nasional.
Dasco menegaskan, kebijakan fiskal, moneter, sektor keuangan, hingga investasi negara harus berjalan saling mendukung tanpa mengabaikan kewenangan dan independensi masing-masing institusi.
Advertisement
“Pertemuan ini bukan untuk menyatukan kewenangan, tetapi untuk menyatukan arah. Pemerintah, Bank Indonesia, OJK, Danantara, dan DPR memiliki mandat masing-masing. Namun ketika menyangkut perekonomian nasional, kita tidak boleh berjalan sendiri-sendiri,” ujar Dasco.
Menurut Dasco, komunikasi lintas lembaga menjadi krusial agar setiap instansi memahami langkah serta tantangan yang dihadapi sektor lain. Sinergi ini diperlukan agar kebijakan strategis berjalan selaras, efisien, dan dapat dipertanggungjawabkan kepada publik.
“Yang perlu kita bangun adalah komunikasi yang semakin kuat. Setiap lembaga tetap menjalankan kewenangannya, tetapi arah kebijakan perlu saling mendukung dan setiap keputusan tetap dapat dipertanggungjawabkan kepada publik,” katanya.
Pertukaran Pandangan Isu Ekonomi
Selain menyelaraskan langkah, forum ini menjadi ajang pertukaran pandangan terkait isu ekonomi terkini dan pelaksanaan kebijakan strategis.
DPR memandang koordinasi berkala dapat memastikan kebijakan berjalan konsisten, terukur, dan berkelanjutan.
Pertemuan tersebut dihadiri jajaran pejabat tinggi, di antaranya Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Menteri Keuangan Suahasil Nazara, Gubernur Bank Indonesia Destry Damayanti, Chief Operating Officer Danantara Indonesia Dony Oskaria, serta Ketua Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi.