Tokoh Pers Sjamsul Kahar Meninggal Dunia

Sjamsul Kahar bersama rekan-rekannya memilih menghidupkan kembali Serambi Indonesia usai tsunami.

Diterbitkan 24 September 2026, 07:51 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Dunia pers kehilangan salah satu tokoh penting. Sjamsul Kahar. Dia merupakan wartawan senior, pendiri Harian Serambi Indonesia dan mantan Ketua PWI Aceh tiga periode.

Sjamsul berpulang ke rahmatullah pada Kamis (24/09/2026), pukul 02.20 WIB di RSUD Zainoel Abidin, Banda Aceh.

Almarhum merupakan ayahanda Wakil Menteri Komunikasi dan Digital, Nezar Patria.

Profil

Sjamsul Kahar lahir di Sigli, 9 Oktober 1945. Puluhan tahun hidupnya ia dedikasikan untuk dunia jurnalistik dan perkembangan pers di Aceh.

Namanya tidak dapat dilepaskan dari sejarah Harian Serambi Indonesia. Bersama M. Nourhalidyn, ia mengembangkan Mimbar Swadaya menjadi Harian Serambi Indonesia yang terbit perdana pada 9 Februari 1989. Sjamsul Kahar dipercaya sebagai pemimpin redaksi setelah sebelumnya dikenal sebagai wartawan Kompas yang bertugas di Aceh.

Pengabdiannya berlangsung dalam situasi yang tidak mudah. Pada masa konflik Aceh, kerja jurnalistik menghadapi tekanan dan ancaman. Pada 1999, rumah Sjamsul Kahar diserang bom molotov. Ia juga menerima ancaman kematian terkait pekerjaannya sebagai pimpinan redaksi Serambi Indonesia.

Namun, salah satu bagian terpenting dalam perjalanan Sjamsul Kahar terjadi ketika tsunami menghantam Aceh pada 26 Desember 2004.

Bencana itu menghancurkan kantor dan mesin cetak Serambi Indonesia. Puluhan pekerja media menjadi korban atau hilang. Surat kabar yang menjadi sumber informasi masyarakat Aceh itu sempat berhenti terbit.

Sjamsul Kahar bersama rekan-rekannya memilih menghidupkan kembali Serambi Indonesia. Enam hari setelah tsunami, pada 1 Januari 2005, koran itu kembali terbit dengan sumber daya yang sangat terbatas dan menggunakan mesin cetak di Lhokseumawe.

Sjamsul Kahar juga meninggalkan jejak dalam organisasi profesi. Ia memimpin PWI Aceh selama tiga periode, 1985–1991, 1991–1995 dan 1995–1999. Pada masa kepemimpinannya, kelembagaan PWI Aceh berkembang, termasuk pembangunan gedung PWI Aceh di Jalan T. Angkasah, Banda Aceh.

Hingga tahun-tahun terakhir kehidupannya, perhatian Sjamsul Kahar terhadap sejarah pers dan profesi wartawan tetap terlihat. Pada 2023, ketika PWI Aceh menampilkan sejarah perjalanan organisasi dalam Pekan Kebudayaan Aceh, ia mengingatkan pentingnya sejarah pers diketahui masyarakat dan generasi muda.

Â