Liputan6.com, Jakarta - Politisi PDIP yang juga Mantan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Bintang Puspayoga, mengajak para ibu untuk tidak hanya memberikan ASI eksklusif selama enam bulan pertama kehidupan bayi, tetapi juga membangun ikatan emosional dengan anak.
Hal ini disampaikan saat menghadiri peringatan Pekan Menyusui Sedunia yang digelar oleh PDIP di Cibadak, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, Kamis (6/8/2026).
Advertisement
Kader partai banteng bermoncong putih itu memperkenalkan metode sederhana namun ampuh yang disebut CUP.
"Pada era digital sekarang ini, selain ASI eksklusif, istilahnya CUP. Itu harus, supaya kita bonding-nya ketemu sama anak-anak kita. CUP itu apa? Cium, Usap, Peluk. Itu akan menjadi penting bagi ibu-ibu semuanya," jelas dia.
Senada, mantan Anggota DPR yang juga politikus PDIP, Ribka Tjiptaning, menegaskan ASI pertama atau kolostrum yang berwarna kekuningan sangat kaya antibodi serta mampu meningkatkan daya tahan tubuh sehingga tidak boleh dibuang.
Karena itu, penting bagi para ibu untuk memberikan ASI eksklusif selama minimal enam bulan pertama kehidupan.
"Tidak ada susu produksi mana saja yang lebih bagus dari ASI eksklusif. Jadi jangan takut," jelas Ribka yang juga berprofesi sebagai dokter.
Kondisi Ekonomi
Tak hanya soal menyusui, Ribka juga menyoroti kondisi ekonomi saat ini yang penuh tantangan. Ia mengingatkan pentingnya mengatur jarak kelahiran melalui program KB.
Dalam interaksinya, ia mendapati masih banyak ibu yang memiliki anak lebih dari dua dan belum mengikuti program KB.
"Sekarang biaya sekolah mahal, apa-apa mahal, makanan mahal, jadi harus bisa ya. Habis itu yang belum KB, KB," kata dia.