Kisah Ramdhan, Tiga Kali Gagal Seleksi Berujung Jadi Lulusan Terbaik IPDN

Ini adalah sebuah prestasi yang membuat kedua orang tuanya bangga karena terus percaya pada kemampuan Ramdhan.

oleh Wisnoe MoertiDiterbitkan 06 Agustus 2026, 19:55 WIB
Muhammad Ramdhan lulusan terbaik IPDN 2026. (Kemendagri)

Liputan6.com, Jakarta - Muhammad Ramdhan hampir setiap hari melewati gerbang petugas keamanan dalam (PKD) Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN). Setiap kali melintas Depan IPDN, dia selalu termotivasi untuk bisa menjadi bagian dari civitas academica kampus tersebut.

Sempat dua kali gagal dalam seleksi masuk, Ramdhan tak patah semangat. Hingga akhirnya berhasil di percobaan ketiga. Bahkan namanya menjadi salah satu lulusan terbaik.

"Di tahun pertama [tes masuk] saya merasa down karena saya telah mempersiapkannya dengan cukup baik, mulai dari belajar untuk tes, namun qadarullah belum rezekinya untuk lulus," ujar Ramdhan di Kampus IPDN, Jatinangor, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, Jumat (31/7/2026).

Ayahnya pensiunan Polri berpangkat Ipda. Sedangkan ibunya pensiunan guru. Ramdhan bercerita, ketika dia terpuruk, ayah dan ibunya yang terus menyemangati dan memotivasi untuk berani mencoba lagi. Kedua orang tuanya begitu yakin ia akan menjadi Praja IPDN di kemudian hari. 

Sembari menunggu tes di tahun berikutnya, Ramdhan melanjutkan studi di salah satu kampus di Kota Bogor. Di sela waktu, dia terus mempersiapkan diri dengan belajar dan berlatih fisik agar nantinya bisa diterima di IPDN. Namun, di tengah kesibukan kuliah dan belajar di tahun kedua, Ramdhan kembali gagal. Di saat tersebut, kedua orang tuanya juga terus percaya bahwa keberhasilan tidak datang di waktu yang instan.

"Alhamdulillah kedua orang tua tidak pernah marah ataupun menyalahkan saya ketika saya gagal. (Orang tua bilang) hasil yang baik itu pasti akan datang di waktu yang tepat," ujar Ramdhan.

Bagi Ramdhan, memiliki kedua orang tua yang suportif adalah anugerah sekaligus penguatnya untuk terus melangkah. Kegagalan di tahun pertama dan kedua ia jadikan pelajaran seperti mengamati pola soal yang sering muncul ketika Computer Assisted Test (CAT), trik cepat dalam mengerjakan soal, hingga manajemen waktu.

Di tahun ketiga, usaha Ramdhan membuahkan hasil saat ia diterima menjadi calon Praja Angkatan XXXIII pada tahun 2022. "Setiap kali melewati kampus itu, keinginan untuk berjuang kembali itu selalu muncul. Akhirnya lulus di tahun ketiga," katanya. 

Selama tiga kali tes, Ramdhan mengaku tak mengeluarkan biaya selain ongkos transport dan ujian SKD. Sebaliknya, ia justru bersyukur bisa membantu meringankan beban orang tua mengingat semua fasilitas yang ia terima selama studi di IPDN didapatkan secara gratis. 

"Tes gratis, dimulai dari pendaftaran SPCP (seleksi penerimaan calon praja), untuk kehidupan di IPDN ini mulai dari tinggal di asrama dan seragam pun dibiayai oleh negara," tuturnya. 

Konsisten dan belajar dengan sungguh-sungguh, dua kata yang tertanam di kepala Ramdhan ketika sudah menjadi calon praja di Program Studi Manajemen Sumber Daya Manusia Sektor Publik hingga lulus. Konsistensi itu pula yang membawanya sebagai peraih penghargaan Sapta Abdi Praja atau sembilan lulusan terbaik IPDN Angkatan XXXIII Tahun 2026. Ini adalah sebuah prestasi yang membuat kedua orang tuanya bangga karena terus percaya pada kemampuan Ramdhan. Hingga akhirnya sang anak bisa dilantik oleh Presiden Prabowo Subianto. 

"Suatu ketika saya sedang berbicara santai, ibu saya secara spontan (bilang) ingin saya dilantik langsung oleh presiden. Saya tidak menyangka bahwa dari obrolan santai itu menjadi doa yang didengar dan dikabulkan oleh Allah," tutupnya.

Tag Terkait

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya