Kakorlantas: Kecelakaan Lalu Lintas Bukan Takdir, Bisa Dicegah

Jumlah kendaraan dan mobilitas masyarakat terus meningkat dari tahun ke tahun. Kondisi itu harus diimbangi langkah bersama untuk menjaga keamanan.

oleh Ady AnugrahadiDiterbitkan 29 Juli 2026, 12:00 WIB
Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri Irjen Pol. Wibowo (kanan) dan Komisaris Utama PT Jasa Raharja Irjen Pol. (P.) Aan Suhanan (Istimewa)

Liputan6.com, Jakarta - Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri Irjen Pol. Wibowo menegaskan kecelakaan lalu lintas bukan sesuatu yang tak bisa dihindari. Menurutnya, sebagian besar kecelakaan dapat dicegah bila pengguna jalan mengubah cara berkendara dan membangun etika berlalu lintas.

Hal itu disampaikan saat menerima audiensi jajaran PT Jasa Raharja di Gedung NTMC Korlantas Polri, Jakarta, Rabu (29/7/2026).

“Bagi kami, kecelakaan lalu lintas bukan sebuah takdir. Ini adalah hal yang sebetulnya bisa kita cegah dengan mengubah tata cara mengemudi dan membangun etika berlalu lintas. Ini adalah langkah yang harus kita benahi bersama-sama," kata Wibowo kepada wartawan, Rabu (29/7/2026)

Menurut dia, jumlah kendaraan dan mobilitas masyarakat terus meningkat dari tahun ke tahun. Kondisi itu harus diimbangi langkah bersama untuk menjaga keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas agar angka kecelakaan tidak terus bertambah.

Selain upaya pencegahan kecelakaan, Korlantas Polri dan PT Jasa Raharja juga memperkuat kerja sama di bidang pelayanan publik. Fokusnya antara lain peningkatan layanan Samsat dan penanganan korban kecelakaan lalu lintas.

Audiensi tersebut turut dihadiri Komisaris Utama PT Jasa Raharja Irjen Pol. (P.) Aan Suhanan, Direktur Utama PT Jasa Raharja Muhammad Awaluddin, jajaran direksi PT Jasa Raharja, serta pejabat utama Korlantas Polri.

Wibowo mengatakan sinergi kedua lembaga selama ini telah berjalan baik dan perlu terus diperkuat karena memiliki tugas yang saling berkaitan, terutama dalam pelayanan kesamsatan dan penanganan kecelakaan di jalan raya.

"Tentunya kegiatan ini selain sebuah ajang tali silaturahmi yang sudah terjalin selama ini, juga tentunya ingin kembali kita bersinergi, berkolaborasi, terkait dengan beberapa singgungan tugas yang cukup erat antara Korlantas Polri dengan Jasa Raharja. Terutama di bidang pelayanan kesamsatan, juga terkait dengan bidang penanganan kecelakaan lalu lintas," ujar dia.

Ia juga menekankan transformasi digital harus benar-benar memberi manfaat bagi masyarakat. Menurutnya, digitalisasi pelayanan tidak boleh hanya memindahkan proses dari loket ke aplikasi.

“Pemanfaatan transformasi digital ini bukan hanya sekedar untuk memindahkan pelayanan dari loket ke sebuah aplikasi, tapi harus betul-betul bisa lebih mempercepat penanganan pelayanan kepada masyarakat," tandas dia.

 

Tingkatkan Kualitas Pelayanan

Direktur Utama PT Jasa Raharja Muhammad Awaluddin (kedua dari kiri) dan Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri Irjen Pol. Wibowo (tengah) (Istimewa)

Sementara itu, Direktur Utama PT Jasa Raharja Muhammad Awaluddin mengatakan, sinergi antara Jasa Raharja dan Korlantas Polri merupakan fondasi penting dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik, khususnya di bidang kesamsatan, sekaligus memperkuat upaya keselamatan lalu lintas.

Menurutnya, transformasi digital dan kolaborasi lintas instansi yang selama ini dibangun tidak hanya bertujuan menghadirkan pelayanan yang lebih cepat, mudah, dan terintegrasi, tetapi juga mendorong meningkatnya kepatuhan masyarakat dalam memenuhi kewajiban registrasi kendaraan bermotor dan pembayaran pajak kendaraan.

"Pelayanan Samsat yang semakin mudah, cepat, dan terintegrasi diharapkan dapat meningkatkan kepatuhan masyarakat. Namun di sisi lain, tujuan besar yang ingin kita capai bersama adalah menurunkan angka kecelakaan lalu lintas. Karena itu, sinergi Jasa Raharja dengan Korlantas Polri tidak hanya berfokus pada pelayanan administrasi, tetapi juga pada upaya membangun budaya keselamatan melalui edukasi, pemanfaatan data, dan kolaborasi lintas sektor," ujar Awaluddin.

Ia menambahkan, meskipun pelayanan santunan terus ditingkatkan melalui transformasi digital dan integrasi lintas instansi, tantangan terbesar yang masih dihadapi adalah masih tingginya jumlah korban kecelakaan lalu lintas yang sebagian besar dipicu oleh prilaku berisiko di jalan raya.

"Di Jasa Raharja kami selalu mengatakan bahwa indikator keberhasilan kami bukan hanya seberapa cepat santunan diberikan, tetapi bagaimana jumlah korban kecelakaan dan fatalitas dapat terus ditekan. Santunan adalah bentuk kehadiran negara setelah kecelakaan terjadi, namun yang jauh lebih penting adalah memastikan masyarakat selamat sehingga tidak perlu menerima santunan," ujar Awaluddin.

Ia menambahkan, berdasarkan berbagai evaluasi bersama para pemangku kepentingan, masih banyak kecelakaan yang terjadi akibat perilaku berisiko di jalan,salah satunya pelanggaran melawan arus. Perilaku tersebut tidak hanya membahayakan pelaku, tetapi juga mengancam keselamatan pengguna jalan lainnya dan kerap menimbulkan korban dengan tingkat fatalitas yang tinggi.

Awaluddin menegaskan bahwa Jasa Raharja akan terus memperkuat kolaborasi dengan Korlantas Polri melalui berbagai program keselamatan, mulai dari pemetaan daerah rawan kecelakaan, edukasi kepada masyarakat, optimalisasi Forum Komunikasi Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (FKLL), hingga pemanfaatan teknologi dan data sebagai dasar penyusunan kebijakan keselamatan yang lebih efektif.

Selain aspek keselamatan, kedua institusi juga berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan publik melalui transformasi digital, termasuk penguatan pelayanan di Samsat agar semakin mudah, cepat, transparan, dan memberikan kepastian bagi masyarakat.

Melalui sinergi yang semakin erat, Jasa Raharja dan Korlantas Polri berharap dapat membangun ekosistem keselamatan jalan yang berkelanjutan, sehingga keselamatan berlalu lintas tidak lagi dipandang sebagai kewajiban semata, melainkan menjadi budaya yang tumbuh dari kesadaran seluruh masyarakat indonesia.

 

Tag Terkait

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya