Temuan Polisi di Balik Kematian Pengacara di Apartemen Jaksel

Jasad korban ditemukan di balkon lantai 2 apartemen.

oleh Ady AnugrahadiDiterbitkan 20 Juli 2026, 18:47 WIB
Ilustrasi Mayat (Afandi Ibrahim/Liputan6.com)

Liputan6.com, Jakarta - Polisi masih mendalami kematian pengacara berinisial RMN (28). Jasadnya ditemukan meninggal dunia setelah terjatuh dari rooftop lantai 46 sebuah apartemen di kawasan Setiabudi, Jakarta Selatan. Korban ditemukan di balkon lantai 2 pada Sabtu, 18 Juli 2026 sekitar pukul 12.00 WIB.

Kasi Humas Polres Metro Jakarta Selatan AKP Joko Adi Wibowo membenarkan peristiwa tersebut.

Menurutnya, pihak kepolisian telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), memeriksa saksi, dan menelusuri rekaman kamera pengawas (CCTV).

"Benar telah ditemukan orang meninggal dunia di salah satu apartemen di wilayah Setiabudi, Jakarta Selatan. Kejadiannya pada hari Sabtu, 18 Juli 2026, sekitar jam 12.00 WIB. Korban berinisial RMN, usianya 28 tahun,” kata Joko, Senin (20/7/2026).

Hasil penyelidikan awal, korban diduga terjatuh dari rooftop lantai 46 hingga akhirnya ditemukan di balkon lantai 2.

"Korban meninggal diduga karena terjatuh dari rooftop lantai 46, dan posisi jatuhnya berada di balkon lantai 2,” ujarnya.

 

Bukan Penghuni Apartemen

Joko mengatakan, korban bukan penghuni apartemen tersebut. Namun, korban diketahui pernah tinggal di apartemen itu.

“Informasi yang didapat, bahwa korban ini bukan penghuni apartemen tersebut. Namun, korban diketahui pernah tinggal di apartemen itu sebelumnya,” katanya.

Hingga kini, polisi masih mendalami tujuan korban datang ke apartemen tersebut. Rekaman CCTV menjadi salah satu alat bukti yang sedang dianalisis penyidik. Dari rekaman itu terlihat pergerakan korban sejak memasuki apartemen hingga menuju lantai atas.

“Di CCTV ada gambaran runutannya. Saat yang bersangkutan datang, keluar dari lift lantai berapa ke lantai berapa, itu ada. Tentunya itu menjadi bagian yang kami dalami ke depannya,” ucapnya.

Polisi juga telah meminta keterangan sejumlah saksi yang terdiri atas petugas keamanan apartemen dan pekerja di sekitar lokasi kejadian.

Sementara pihak keluarga korban akan dimintai keterangan setelah suasana duka mereda.

Menanggapi kabar yang beredar di media sosial yang mengaitkan kematian korban dengan dugaan intimidasi dari seorang pengacara kondang, Joko menegaskan pihaknya belum memperoleh informasi yang mengarah ke dugaan tersebut.

“Kami belum mendapatkan informasi tersebut dan tentunya kami tidak akan mengait-ngaitkan. Yang kami dalami saat ini adalah terkait kejadian di lokasi korban meninggal dunia. Nanti manakala ada perkembangan, akan kami sampaikan kembali,” tegasnya.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya