Liputan6.com, Jakarta - Kantor Inspektorat Kota Palopo di Jalan Andi Mas Jaya, Kecamatan Wara, Sulawesi Selatan, dibobol maling. Dalam aksi tersebut, sejumlah barang berharga, termasuk beberapa laptop, satu unit komputer, dua unit LCD, sebuah cerek listrik, dan uang tunai Rp 906 ribu dilaporkan raib.
Peristiwa itu pertama kali diketahui pegawai saat tiba di kantor pada Rabu (15/7/2026) sekitar pukul 07.30 Wita. Mereka mendapati salah satu ruangan dalam kondisi berantakan setelah diduga diobrak-abrik pelaku.
Advertisement
Kasi Humas Polres Palopo AKP Marsuki membenarkan adanya laporan pembobolan tersebut. Menurutnya, kasus itu kini masih ditangani Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Palopo.
"Iya betul, diketahuinya itu setelah pegawai masuk kantor Rabu pagi," kata Marsuki kepada Liputan6.com, Sabtu (18/7/2026).
Marsuki mengatakan, penyidik telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), mengumpulkan barang bukti, serta memeriksa sejumlah saksi untuk mengungkap pelaku.
"Masih dalam penyelidikan," ujarnya.
Berdasarkan hasil pendataan sementara, polisi mencatat sejumlah barang yang hilang, yakni beberapa unit laptop, satu unit komputer, dua unit LCD, sebuah cerek listrik, serta uang tunai sebesar Rp 906 ribu.
"Iya ada beberapa barang berharga hilang seperti laptop, komputer dan uang tunai," sebutnya.
Polisi Cek CCTV
Hingga kini, identitas pelaku belum diketahui. Polisi masih menelusuri rekaman kamera pengawas (CCTV) dan mendalami bagaimana pelaku dapat masuk ke dalam kantor, termasuk kemungkinan pelaku beraksi seorang diri atau melibatkan orang lain.
"Kalau pelaku belum diketahui identitasnya, masih lidik," tambah Marsuki.
Kasus ini turut menjadi perhatian publik setelah beredar informasi bahwa salah satu laptop yang hilang diduga merupakan perangkat yang digunakan dalam kegiatan pemeriksaan Inspektorat dan berisi data hasil audit terhadap sejumlah proyek pemerintah daerah.
Namun, polisi belum membenarkan informasi tersebut. Menurut Marsuki, penyidik masih mendalami apakah ada kaitan antara barang yang hilang dengan dokumen pemeriksaan maupun dugaan motif tertentu di balik aksi pembobolan tersebut.
"Kita belum tahu, biar nanti penyidik yang menyimpulkan," pungkasnya.