Cerita 1999 yang Mengharukan Megawati

Dalam jamuan bersama WNI di Dili, Megawati Soekarnoputri mendengarkan kesaksian mantan kader PDI Timor Timur yang mengenang pesan perdamaian.

oleh Putu Merta Surya PutraDiterbitkan 09 Juli 2026, 22:00 WIB
Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Timor Leste menggelar jamuan makan malam yang mempertemukan Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri dengan ratusan warga negara Indonesia (WNI) di Dili, Kamis (9/7/2026) malam. (Foto: Tim Media DPP PDIP).

Liputan6.com, Jakarta - Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Timor Leste menggelar jamuan makan malam yang mempertemukan Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri dengan ratusan warga negara Indonesia (WNI) di Dili, Kamis (9/7/2026) malam.

Dalam kesempatan itu, Megawati mengaku terharu dapat bertemu langsung dengan WNI dan sejumlah mantan pengurus PDI Timor Timur sebelum referendum 1999.

Sejumlah mantan kader PDI Timor Timur turut membagikan kisah perjuangan mereka menjelang referendum 1999. Mereka mengenang arahan Megawati yang mengedepankan perdamaian dan penghormatan terhadap pilihan rakyat Timor Timur.

"Saya tetap memilih jalan organisasi. Saya lebih rela meminta Mama Megawati harus hadir langsung ke Timor Timur saat itu untuk membantu meneduhkan situasi dan menyelesaikan permasalahan yang ada," kata mantan pengurus PDI Perjuangan Timor Timur periode 1996–2000 saat bercerita jelang gejolak referendum 1999.

"Saya tetap memilih jalan organisasi. Saya lebih rela meminta Mama Megawati harus hadir langsung ke Timor Timur saat itu untuk membantu meneduhkan situasi dan menyelesaikan permasalahan yang ada," sambungnya.

Kesaksian juga disampaikan Cesar Aleixo Brandao, mantan Ketua Ranting PDI Perjuangan Kecamatan Atauro. Ia mengaku menempuh perjalanan laut selama tiga jam dari Pulau Atauro menuju Dili demi bertemu Megawati.

Cesar mengenang masa-masa sulit menjelang referendum 1999. Menurutnya, ia sempat menjalani interogasi dan penahanan akibat situasi politik yang memanas karena tetap memegang mandat perdamaian yang disampaikan Megawati.

"Saya mengalami banyak sekali ujian fisik dan mental saat itu, tapi saya bersyukur karena Tuhan Yang Mahakuasa tetap melindungi saya," ujar Cesar.

Cesar mengenang pertemuannya dengan Megawati di kawasan Pantai Farol menjelang referendum 1999. Dalam pertemuan singkat tersebut, Megawati menyampaikan pesan perdamaian.

"Ibu Megawati berbicara begini, 'Seandainya kalau masyarakat Timor Timur mau memilih merdeka, kita harus menghormati itu hak-hak mereka.' Kata-kata Ibu itu yang mengajarkan kami tentang esensi demokrasi dan masih saya simpan di sini," katanya.

Mendengar kesaksian tersebut, Megawati mengaku terharu dan mengumumkan rencana pembentukan Dewan Pimpinan Luar Negeri (DPLN) PDI Perjuangan di Timor-Leste untuk memperkuat komunikasi dengan kader di negara itu.

Megawati juga menyatakan akan mengirim pakar kelautan Rokhmin Dahuri untuk meninjau potensi pengembangan sektor pariwisata dan perikanan di Pulau Atauro.

Ia turut mengenang awal persahabatannya dengan Perdana Menteri Xanana Gusmão dan Presiden José Ramos-Horta, yang menurutnya telah terjalin sejak puluhan tahun lalu.

"Saya dengan beliau berdua menjadi sahabat lama, dan alhamdulillah mereka berdua masih dapat saya temui dengan sehat hari ini. Dan kami juga berkeinginan untuk kita semua maju bersama," kata Megawati.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya