Liputan6.com, Jakarta - Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad memastikan tidak terjadi pemutusan hubungan kerja (PHK) massal di Tokopedia seperti yang ramai diperbincangkan. Kepastian itu diperoleh setelah DPR mempertemukan manajemen TikTok dan Tokopedia dengan Menteri Ketenagakerjaan Yassierli di Kompleks Parlemen, Senin (6/7/2026).
“Enggak ada, enggak ada,” kata Dasco saat ditanya soal isu PHK massal.
Advertisement
Menurut Dasco, DPR sengaja menghadirkan perwakilan TikTok China dan TikTok Indonesia untuk meminta penjelasan langsung terkait kabar yang beredar.
“Tokopedia itu kan diakuisisi oleh TikTok Shop yang juga banyak lini usaha. Dalam usaha penataan itu memang sudah ada yang kemudian mengambil kompensasi karena jumlahnya besar dan bekerja di tempat lain. Tapi ada juga yang sudah mengambil kompensasi, kemudian disalurkan di grup-grup anak TikTok,” ujarnya.
Dasco membantah kabar yang menyebut sekitar 1.250 karyawan terkena PHK. “Enggak begitu. Yang ngambil kompensasi itu baru sekitar 200-an saja. Yang sudah disalurkan, tadi saya belum tepat angkanya berapa. Yang bekerja di tempat lain juga sudah ada beberapa,” katanya.
Dia juga menepis isu yang menyebut operasional perusahaan akan dipindahkan ke China. “Justru pihak luar itu melakukan investasi di sini yang menurut paparan tadi cukup besar,” ujarnya.
Penataan Tenaga Kerja TikTok
Sementara itu, Menteri Ketenagakerjaan Yassierli mengapresiasi langkah DPR yang cepat memfasilitasi dialog untuk meluruskan informasi yang berkembang di masyarakat.
“Kita apresiasi kepada pimpinan DPR yang dengan cepat merespons apa yang banyak dipertanyakan masyarakat dan tadi sudah diklarifikasi oleh pihak TikTok Indonesia,” katanya.
Yassierli juga menyambut baik kebijakan penataan tenaga kerja melalui skema internal mobility yang diterapkan TikTok Group. Menurut dia, langkah tersebut memberi kesempatan kepada pekerja untuk tetap bekerja di lingkungan Grup TikTok meski berpindah ke lini usaha lain.
“TikTok Group memiliki beberapa lini usaha dan ini memberikan kesempatan kepada pekerja untuk kemudian bisa bekerja di lini usaha yang lain,” ujarnya.
Selain itu, Yassierli mengatakan TikTok Group saat ini masih membuka rekrutmen sekitar 100 posisi di Indonesia. Menurut dia, hal tersebut menunjukkan perusahaan masih terus melakukan pengembangan usaha di Tanah Air.
“Ini menunjukkan usaha yang sekarang sedang dilakukan juga terus berkembang dan menjadi peluang bagi anak bangsa untuk bekerja di posisi-posisi yang disampaikan TikTok Group tersebut,” katanya.