Tak Hanya Anggaran, Menkes Ungkap Tantangan Lain Program Vaksinasi

Kementerian Kesehatan telah menyiapkan perencanaan, pengadaan, hingga distribusi vaksin.

oleh DelviraDiterbitkan 23 Juni 2026, 14:43 WIB
Menkes Budi dalam rapat kerja dengan Komisi IX DPR pada Senin (8/6/2026) mengatakan soal fenomena unik para dokter di Indonesia ingin jadi spesialis. (Foto: Dok Kemenkes)

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin menyatakan pihaknya akan menggencarkan edukasi imunisasi di tengah meningkatnya sentimen antivaksin di masyarakat.

"Strategi imunisasi nasional yang paling penting adalah memastikan dalam dua tahun ke depan penyediaan infrastruktur layanan imunisasi bisa selesai," kata Budi dalam rapat kerja bersama Komisi IX DPR, Selasa (23/6/2026).

Kementerian Kesehatan telah menyiapkan perencanaan, pengadaan, hingga distribusi vaksin. Namun, edukasi kepada masyarakat perlu diperkuat karena masih banyak kelompok yang menolak vaksinasi.

"Strategi mengenai edukasinya ini kita harus lebih serius, karena enggak tahu kenapa banyak orang-orang yang sekarang yang anti-vaksin," ujarnya.

Dalam periode 2025-2029, Kementerian Kesehatan membutuhkan anggaran sebesar Rp 44,49 triliun untuk program vaksinasi dan imunisasi nasional.

Kemenkes Kekurangan Anggaran

Namun, Budi mengungkapkan masih terdapat kekurangan anggaran. Khusus pada 2026, program vaksinasi mengalami defisit sekitar Rp 1 triliun akibat pemangkasan anggaran.

"Vaksinnya saja kita masih kurang sekitar Rp 1 triliun. Padahal, program imunisasi ini rutin dan kebutuhannya dihitung berdasarkan jumlah bayi yang lahir dan kebutuhan lainnya," kata Budi.

Ia menambahkan, Kemenkes telah menyerahkan rencana program imunisasi hingga 2029 kepada Kementerian Keuangan dan Bappenas. Meski demikian, masih terdapat kesenjangan anggaran sekitar Rp 4,91 triliun hingga akhir periode tersebut.

"Rencana program imunisasi sampai 2029 sudah kami sampaikan ke Kementerian Keuangan dan Bappenas. Namun, masih ada gap anggaran sekitar Rp 4,91 triliun hingga 2029," ujar Budi.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya