Liputan6.com, Jakarta - Mantan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Makarim merespons sosok Mochammad Asri alias Mocha, AI Architect yang kini berkarier di perusahaan teknologi asal Amerika Serikat, NVIDIA.
Sebelumnya, dalam sebuah video di media sosial, Mocha menyatakan keinginannya untuk berkontribusi membangun sistem pendidikan Indonesia melalui pemanfaatan teknologi.
Advertisement
Menurut Nadiem, Mocha memiliki rekam jejak yang luar biasa karena pernah berkarier di sejumlah perusahaan kecerdasan buatan (AI) terbesar di dunia.
"Saya mendengar mengenai Mas Mocha ini dan saya ingin juga menyampaikan rasa hormat saya kepada beliau. Beliau punya rekam jejak yang sangat luar biasa di berbagai perusahaan AI terbesar dan terbaik di dunia," ujar Nadiem sebelum memasuki ruang sidang Pengadilan Tipikor Jakarta, Selasa (23/6/2026).
Ia mengaku teringat pada pengalamannya saat masih menempuh pendidikan di luar negeri dan memiliki keinginan yang sama untuk kembali berkontribusi bagi Indonesia.
"Saya juga salut sama beliau yang punya keinginan untuk kembali ke negara ini dan mengabdi. Saya jadi ingat waktu masih sekolah di luar negeri dan memiliki keinginan yang sama," kenang Nadiem.
Namun, Nadiem memahami adanya kekhawatiran sebagian masyarakat terhadap rencana kepulangan talenta-talenta Indonesia dari luar negeri, terutama di tengah sejumlah kasus hukum yang melibatkan figur publik.
Karena itu, ia berharap perkara hukum yang sedang dihadapinya tidak menjadi alasan bagi generasi muda Indonesia, khususnya para profesional di bidang teknologi, untuk enggan kembali dan mengabdi di Tanah Air.
"Tentunya saya mengerti banyak netizen yang cemas dengan beliau kembali ke Indonesia karena kasus saya maupun kasus lainnya. Tapi harapan saya, rantai kriminalisasi ini bisa berhenti di saya. Saya berharap hakim bisa mengambil tindakan yang berani untuk memutus rantai kriminalisasi ini," kata mantan bos Gojek tersebut.
Impian Nadiem Makarim
Menurut Nadiem, keberanian anak-anak muda Indonesia untuk kembali dari luar negeri dan membangun negeri merupakan hal yang sangat penting. Ia mengaku saat menjabat sebagai menteri juga berupaya mengajak para profesional teknologi Indonesia di luar negeri untuk bergabung dan berkontribusi.
"Impian saya adalah semakin banyak teman-teman seperti Mas Mocha kembali dan mengabdi kepada negeri. Teman-teman seperti Mas Mocha pula yang saya bawa masuk ke dalam tim teknologi saat menjadi menteri agar bisa berbakti kepada negara," ungkapnya.
Nadiem berpesan agar persoalan hukum yang sedang berjalan tidak menimbulkan ketakutan bagi generasi muda Indonesia, baik yang berada di dalam negeri maupun luar negeri.
"Janganlah kasus ini menjadi sumber ketakutan bagi anak-anak muda profesional, baik di Indonesia maupun di luar negeri. Semoga pengabdian beliau, baik di luar negeri maupun di Indonesia, berjalan sukses," kata Nadiem.