Korem 072/Pamungkas: Nomor Dada Ajudan Danrem Terjatuh saat Jogja Marathon

Korem 072/Pamungkas telah menemui panitia Mandiri Jogja Marathon untuk mediasi.

oleh Raynaldo Ghiffari LubabahDiterbitkan 22 Juni 2026, 14:57 WIB
Danrem 072/Pamungkas Yogyakarta Brigjen TNI Yuniar Dwi Hantono mediasi dengan panitia Jogja Marathon. Dok: Penerangan Kodam IV/Diponegoro

Liputan6.com, Jakarta - Korem 072/Pamungkas Yogyakarta menjelaskan duduk perkara perselisihan antara Danrem Brigjen TNI Yuniar Dwi Hantono dengan petugas lintasan (marshall) Mandiri Jogja Marathon (MJM) 2026. Menurut Kepala Penerangan Korem (Kapenrem) 072/Pamungkas Yogyakarta Mayor Infanteri Suwito, Danrem mengikuti ajang tersebut dengan empat tiket umum dan satu tiket undangan Muspida.

"Danrem mengikuti event lari ini bersama keluarga, yakni istri, satu anak, dan satu ajudan," kata Suwito dalam keterangannya, Senin (22/6/2026).

Suwito mengatakan, sejak awal lomba Danrem dan ajudannya telah mengenakan nomor dada atau BIB. Ajudan tersebut beberapa kali berlari mendahului Danrem dan keluarganya untuk mengambil foto, serta mengenakan kostum lari dari panitia.

Namun, Suwito menduga nomor dada yang dikenakan ajudan terjatuh tanpa disadari saat berada di lintasan yang padat.

"Kemungkinan saat di jalan padat, nomor dada yang dikenakan ajudan terjatuh dan yang bersangkutan tidak menyadarinya," ujar Suwito.

Suwito mengatakan Korem 072/Pamungkas telah menemui panitia penyelenggara Mandiri Jogja Marathon. Mediasi berlangsung di Hotel Tentrem, Jetis, Kota Yogyakarta, Minggu (21/6/2026).

Dalam keterangannya, Korem 072/Pamungkas juga menyertakan pernyataan Regional CEO Senior Region Jawa Tengah dan DI Yogyakarta, Iwan Tri Imawan. Menurut Iwan, petugas marshall tidak mengenali Danrem saat menghentikan ajudannya di lintasan.

Ia pun menyesalkan keributan yang kemudian viral di media sosial dan berencana menyampaikan penjelasan terbuka. "Kami akan membuat klarifikasi di media sosial dan media online terkait insiden tersebut," ujarnya.

Ajudan Danrem Minta Maaf

Sebelumnya, melalui video yang dirilis Penerangan Kodam IV/Diponegoro, ajudan Danrem menyampaikan permintaan maaf karena mendampingi atasannya tanpa menggunakan BIB. Ia mengakui telah melanggar aturan yang berlaku.

"Saya ingin menyampaikan permohonan maaf atas kelalaian saya saat mengikuti lari dengan menggunakan jersey namun tidak menggunakan BIB. Saya menyadari bahwa tindakan tersebut merupakan kesalahan dan tidak sesuai dengan aturan yang berlaku. Dengan tulus saya memohon maaf kepada penyelenggara, seluruh petugas dan relawan, serta para peserta yang terdampak oleh kejadian ini," kata ajudan tersebut.

"Saya bertanggung jawab penuh atas kekeliruan tersebut dan menjadikannya sebagai pembelajaran ke depan. Terima kasih atas kritik dan masukan yang diberikan," ujarnya.

Salah satu petugas marshall juga menyampaikan permohonan maaf dan menyatakan persoalan tersebut telah diselesaikan.

"Saya juga memohon maaf atas tindakan saya yang berlebihan dan saya menganggap masalah ini telah selesai," kata dia.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya