Pramono Puji Peran Perempuan di Akar Rumput Jakarta

Pramono menyebut banyak perempuan di Jakarta terlibat dalam beragam peran seperti kader PKK, Jumantik, dan Dasawisma.

oleh Winda NelfiraDiterbitkan 07 Mei 2026, 12:03 WIB
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung di Balai Kota DKI Jakarta, Senin (9/3/2026). (Liputan6.com/Winda Nelfira)

Liputan6.com, Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memuji perempuan di Jakarta. Dia menyebutkan, banyak perempuan di Jakarta terlibat dalam beragam peran seperti kader PKK, Jumantik, dan Dasawisma.

Selain itu, kata Pramono, isu kesetaraan gender di Jakarta kini tidak lagi menjadi persoalan dominan. Hal itu tercermin dari capaian Indeks Pembangunan Gender (IPG) Jakarta 2025 yang mencapai 95,5 atau termasuk salah satu yang tertinggi di Indonesia. Menurut Pramono, capaian tersebut tidak lepas dari kerja-kerja perempuan di tingkat akar rumput.

"Siapa yang berperan untuk itu? Saya harus ngomong apa adanya, Jumantik, PKK, Dasawisma. Dan ini ujung tombaknya ini perempuan semua. Maka bagi para lelaki Jakarta jangan main-main sama perempuan," kata Pramono.

Pernyataan ini disampaikan oleh Pramono saat membuka diskusi interaktif ‘Para Kartini Masa Kini, Perempuan Memilih’ dalam rangka memperingati Hari di Balai Kota DKI Jakarta, Kamis (7/5/2026).

"Artinya termasuk salah satu provinsi tertinggi bahwa peran perempuan itu di Jakarta tidak lagi menjadi isu," kata Pramono.

Meski begitu, dia mengakui persoalan kesetaraan dan sosial tetap ada di Jakarta. Namun, skalanya dinilai tidak sebesar daerah lain.

"Berbagai persoalan masalah kesehatan, masalah kemiskinan, kesetaraan, praktis sebenarnya di Jakarta isu ini ada, tapi tidak terlalu besar," ujarnya.

Pramono menilai tingginya IPG Jakarta tidak terlepas dari besarnya keterlibatan perempuan dalam pemerintahan dan pembangunan kota. Ia menyebut perempuan kini mendominasi banyak posisi strategis di lingkungan Pemprov DKI Jakarta.

“Saya yakin dibandingkan dengan provinsi-provinsi lain, OPD di Jakarta ini perempuannya lebih banyak daripada tempat lain. Kepala Bappeda, Bapenda, asisten keuangan, kepala dinas sumber daya air, dinas kesehatan, dinas PPHT, dan banyak banget,” kata Pramono.

Dampak Perempuan ke Ekonomi

Menurut Pramono, kontribusi perempuan juga berdampak langsung terhadap capaian ekonomi Jakarta. Ia mencontohkan pertumbuhan ekonomi Jakarta triwulan pertama 2026 yang mencapai 5,59 persen dengan inflasi terkendali di angka 2,32 persen.

“Saya ingin memberikan contoh yang konkret. Jakarta triwulan ini tumbuh 5,59 persen dengan inflasi 2,32 persen. Nggak mungkin itu terjadi tanpa peran perempuan-perempuan yang ada di OPD DKI Jakarta,” ujarnya.

Selain sektor ekonomi dan pemerintahan, Dia juga menyoroti keterlibatan perempuan dalam menekan jumlah RW kumuh di Jakarta. Pramono berujar bahwa jumlah RW kumuh turun drastis dari 445 pada 2017 menjadi 211 pada 2026.

Pramono menegaskan capaian tersebut tidak lepas dari kerja perempuan di tingkat akar rumput seperti kader PKK, Jumantik, dan Dasawisma.

“Siapa yang berperan untuk itu? Saya harus ngomong apa adanya, Jumantik, PKK, Dasawisma. Dan ini ujung tombaknya ini perempuan semua. Maka bagi para lelaki Jakarta jangan main-main sama perempuan,” tandasnya.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya