Update Dampak Banjir Bandang di Solok Sumbar

Banjir bandang menyebabkan material lumpur dan batu menutupi badan jalan Solok-Padang.

Diterbitkan 22 September 2026, 08:35 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) melaporkan sekitar empat warga mengalami luka-luka akibat banjir bandang yang menerjang Kabupaten Solok, Sumatera Barat (Sumbar), Senin, 21 September 2026.

Selain korban luka-luka, BPBD mencatat sekitar 70 unit rumah dan 11 kantor pemerintah terdampak.

"Korban: 4 (empat) jiwa luka-luka (Dalam pendataan), Kerugian Materil: (Dalam pendataan) 70 unit rumah terdampak dan 11 unit kantor pemerintah terdampak," ungkap BPBD Kabupaten Solok dalam laporannya, Selasa (22/9/2026).

Banjir bandang juga menyebabkan material lumpur dan batu menutupi badan jalan Solok-Padang. Kondisi tersebut membuat jalur untuk sementara tidak dapat dilalui kendaraan.

Kasat Lantas Polres Solok Iptu Akbar Kharisma Tanjung mengimbau pengendara yang hendak menuju Padang dari Solok maupun sebaliknya untuk menggunakan jalur alternatif melalui Padang Panjang.

"Akibat material banjir bandang yang menutupi jalan Solok-Padang, sementara waktu tidak bisa dilalui," katanya.

Akbar meminta pengendara tidak memaksakan diri melintasi jalur yang terdampak banjir bandang untuk menghindari risiko kecelakaan.

Pihak kepolisian bersama personel lainnya masih berupaya membersihkan material banjir bandang yang menutupi badan jalan agar akses tersebut dapat kembali dilalui.

 

Kantor Pemerintahan Terdampak

Sementara itu, Bupati Solok Jon Firman Pandu mengatakan sejumlah kantor pemerintah turut terdampak banjir bandang. Di antaranya Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), Dinas Kesehatan, Badan Keuangan Daerah (BKD), Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Nagari (DPMN), Bapelitbang hingga kawasan DPRD Kabupaten Solok.

"Dinas PUPR, kesehatan, BKD, DPMN, Bapelitbang termasuk DPRD terdampak parah," ujarnya.

Jon menjelaskan banjir terjadi setelah derasnya aliran air masuk ke kawasan perkantoran sehingga menyebabkan sejumlah ruangan dan fasilitas pemerintahan terdampak.

Sejumlah peralatan kantor juga dilaporkan terbawa arus air hingga keluar dari ruangan akibat derasnya aliran banjir yang melanda kawasan tersebut.

"Umumnya karena airnya. Peralatan kantor terbawa ke luar," ujarnya.

Selain fasilitas pemerintahan, banjir bandang juga berdampak terhadap sejumlah rumah warga yang berada di sekitar kompleks perkantoran Bupati Solok.

"Kami juga tengah menyiapkan posko pengungsian sementara untuk warga yang rumahnya mengalami kerusakan atau terdampak banjir," kata dia.

Hingga saat ini, pemerintah daerah masih melakukan pendataan terhadap jumlah rumah, fasilitas pemerintahan, dan fasilitas lainnya yang terdampak banjir bandang.