Napi Kasus Kekerasan Seksual Tewas di Toilet Lapas

Sejumlah saksi yang pertama kali melihat korban telah dimintai keterangan, termasuk petugas Lapas yang sedang piket saat kejadian.

OlehFauzan
Diterbitkan 22 September 2026, 05:44 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Seorang warga binaan Lapas Takalar, Sulawesi Selatan, bernama Angga Pratama (30) ditemukan tewas di dalam toilet blok hunian, Senin (21/9/2026) sekitar pukul 12.00 WITA. Angga diduga mengakhiri hidup dengan cara gantung diri menggunakan kain panjang yang menyerupai sarung.

Kasat Reskrim Polres Takalar Iptu Haryanto mengatakan, Angga pertama kali ditemukan oleh rekan sesama warga binaan setelah salat Zuhur. Saat ditemukan, pintu toilet dalam kondisi terkunci dari dalam sehingga warga binaan lainnya mendobrak pintu tersebut.

"Untuk saat ini diduga gantung diri, bunuh diri dengan cara melilitkan kain panjang berupa seperti sarung, melilitkan di lehernya sehingga pada saat ditemukan oleh rekan warga binaan pada pukul kurang lebih jam 12.00 WITA setelah salat Zuhur," kata Haryanto, Senin (21/9/2026).

Haryanto mengatakan, polisi masih melakukan penyelidikan untuk mengetahui secara pasti penyebab kematian Angga. Sejumlah saksi yang pertama kali melihat korban telah dimintai keterangan, termasuk petugas Lapas yang sedang piket saat kejadian.

"Sementara kami dalami, kami masih memeriksa ataupun meminta keterangan dari beberapa saksi-saksi yang pertama kali melihat dan juga ada beberapa pegawai yang piket pada saat kejadian," ujarnya.

 

 

Kasus Kekerasan Seksual

Angga diketahui merupakan warga asal Toraja yang berdomisili di Kecamatan Biringkanaya, Kota Makassar. Dia merupakan narapidana dalam perkara kekerasan seksual dan sedang menjalani hukuman delapan tahun penjara.

"Informasi dari yang kita terima, warga binaan tersebut tersandung kasus kekerasan seksual dengan vonis 8 tahun penjara," kata Haryanto.

Hingga Senin sore, jenazah Angga masih berada di Lapas Takalar. Keluarga Angga telah mendapat informasi mengenai kejadian tersebut dan sedang dalam perjalanan menuju Lapas Takalar.

"Masih, masih ada di Lapas sambil menunggu keluarga, keluarga binaan tersebut, almarhum. Jadi informasi keluarga dari warga binaan tersebut sudah dalam perjalanan menuju Lapas Takalar," tutur Haryanto.

Sementara itu, Humas Lapas Takalar Munawir mengaku masih melakukan penelusuran terkait dugaan kasus bunuh diri tersebut. Ia pun memastikan Kalapas Takalar nantinya akan melaporkan kejadian itu setelah penelusuran rampung.

"Kami sementara menelusuri kebenaran isunya. Akan ada laporan resmi dari pimpinan nantinya," ucapnya saat dikonfirmasi terpisah.

Â