Blok M Bakal Berubah, MRT Jakarta Siapkan Konsep Baru

Pembangunan ditargetkan mulai pada 2027 dan rampung pada 2028 atau awal 2029.

Diterbitkan 10 September 2026, 02:04 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - PT MRT Jakarta saat ini tengah menyiapkan rencana revitalisasi kawasan Blok M, Jakarta Selatan. Penataan kawasan tidak hanya menyasar area yang sudah ada, tetapi juga diarahkan pada pengembangan bangunan secara vertikal dengan potensi fungsi perkantoran hingga hunian dan apartemen.

Division Head Business Planning and Expansion Division PT MRT Jakarta, R Samuel Ryan Pradipta Pranowo, menyebut rencana revitalisasi masih dalam tahap pembahasan. Pembangunan ditargetkan mulai pada 2027 dan rampung pada 2028 atau awal 2029.

"Blok M ini kan sekarang underground sama ground level. Nah, kita rencananya memang akan ekspansi ke atas, secara vertikal. Nanti di atas itu bisa ada office, bisa ada residential, apartment dan sebagainya," kata Samuel dalam rangkaian MRT Jakarta Fellowship Program 2026, Rabu (9/9/2026).

Untuk pendanaan, MRT Jakarta membuka peluang menggandeng investor atau mitra swasta. Skema tersebut diharapkan dapat mengurangi ketergantungan pada anggaran pemerintah daerah.

"Ini masih planning ya, kemungkinan besar dari MRT budget. Tapi kita juga berharap nanti ada private partner, ada investor yang bisa ikut mengembangkan, jadi tidak semuanya harus dari APBD DKI," ujar Samuel.

Menurutnya, revitalisasi Blok M juga akan menyentuh Terminal Transjakarta. Nantinya, penataan diarahkan untuk meningkatkan kapasitas sekaligus kenyamanan penumpang, termasuk melalui penambahan jalur bus dan area tunggu yang lebih terlindungi.

"Nanti lebih banyak bus lane, waiting area-nya juga akan lebih terlindung dari panas dan hujan," kata Samuel.

 

Placemaking

Dia melanjutkan, pengembangan kawasan Blok M tidak hanya berorientasi pada pembangunan fisik. MRT Jakarta juga memasukkan konsep placemaking, yakni menciptakan kawasan yang memiliki aktivitas, karakter, serta ruang bagi masyarakat untuk berkumpul dan berinteraksi.

Konsep tersebut menjadi bagian dari upaya menjadikan Blok M bukan sekadar kawasan transit. Samuel mengatakan karakter Blok M nantinya tetap mempertahankan unsur budaya anak muda sekaligus nostalgia agar dapat dinikmati lintas generasi.

"Jadi kita memang mencoba membuat Blok M itu ada soul-nya. Kita ingin ada culture-nya, ada urban youth culture, tapi juga ada nostalgia. Jadi yang muda bisa menikmati, yang tua juga bisa menikmati," ucap Samuel.

Selain itu, berbagai kegiatan dengan tema yang berbeda akan terus dihadirkan agar Blok M tetap memiliki daya tarik bagi pengunjung. Hingga September 2026, MRT Jakarta telah berkolaborasi dengan lebih dari 50 komunitas di Blok M, mulai dari komunitas hobi, olahraga, hingga kegiatan sosial dan keagamaan.

Lebih lanjut, Samuel menyampaikan salah satu ruang yang dinilai berperan dalam perubahan wajah kawasan ialah Taman Literasi Martha Tiahahu. Ruang publik tersebut menjadi salah satu titik awal pengembangan aktivitas di Blok M dan ikut mendorong perubahan citra kawasan.

"Taman Literasi itu menurut saya starting point dari success-nya Blok M. Karena dulu kan image-nya Blok M itu remang-remang, sekarang Taman Literasi itu 24 jam, orang bisa datang, bisa baca, bisa berkegiatan," ujarnya.