Liputan6.com, Jakarta - Anggota DPR, Bambang Haryo Soekartono (BHS), mengatakan percepatan pemulihan fasilitas publik dan infrastruktur perlu dilakukan agar pelayanan dasar masyarakat di 113 desa yang tersebar di 13 kecamatan Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur, dapat segera pulih normal kembali.
“Begitu banyak fasilitas publik yang mengalami kerusakan. Dan perlunya percepatan pemulihan oleh pemerintah untuk pembenahan fasilitas terutama sekolah, rumah sakit, peribadatan, infrastruktur jalan, pelabuhan, dan perumahan warga," ujar BHS di sela-sela pertemuan dengan Bupati, BNPB, Dandim, serta Kementerian Pertahanan, Senin (24/8), di Posko Utama Gempa Kabupaten Nagekeo, NTT.
“Kami mengapresiasi BNPB yang sudah bergerak, termasuk TNI dan Polri yang luar biasa membantu sehingga akses jalan sudah pulih kembali. Namun, pekerjaan berikutnya adalah memastikan fasilitas publik yang rusak lainnya segera diperbaiki,” katanya.
Advertisement
BHS juga telah mengecek dan mengevaluasi kondisi infrastruktur terminal di Maumere yang mengalami kerusakan berat. Menurutnya, evaluasi konstruksi perlu dilakukan secara menyeluruh agar kerusakan tidak hanya dilihat dari faktor gempa, tetapi juga mempertimbangkan kondisi dan posisi bangunan terhadap talud.
"Kita harus meneliti secara menyeluruh bila dilihat dari posisi konstruksi fondasi terminal sangat dekat dengan talud bahkan jaraknya tidak lebih dari 2 meter. Dan kondisi inilah yang bisa menyebabkan pengaruh ombak terhadap dinding talud yang bisa mempengaruhi struktur tanah tempat pondasi konstruksi terminal yang bisa mengakibatkan kerusakan konstruksi terminal tidak hanya karena terdampak kondisi gempa bumi."
"Dan ini terlihat kerusakan terminal yang parah tersebut tidak diikuti oleh kerusakan bangunan-bangunan yang ada di sekitar terminal tersebut. Misalnya kantor Pelindo, Kantor KSOP, semuanya utuh dan tidak terjadi keretakan sama sekali," ujarnya.
Selain memperhatikan kondisi pemulihan infrastruktur dan fasilitas publik, BHS juga mengapresiasi bantuan sosial dari PT Dharma Lautan Utama (DLU) yang mengirimkan bantuan kebutuhan masyarakat terdampak sebanyak 12 truk, atau seberat sekitar 60 ton, berupa berbagai macam barang dan kebutuhan pokok yang dibutuhkan oleh masyarakat terdampak.
BHS hadir menyapa masyarakat terdampak di penampungan tenda pengungsi di dua tempat, yaitu Lapangan Danga dan Lapangan Marapokot di Kabupaten Nagekeo, yang total masyarakatnya berjumlah 3.500 orang. BHS juga meninjau kondisi kerusakan infrastruktur dermaga di Marapokot yang mengalami kerusakan.
“Terima kasih dan apresiasi yang tinggi kepada PT DLU dan mitranya yang sudah ikut membantu, sebagai bentuk kepedulian dunia usaha kepada masyarakat yang mengalami bencana. Kami prihatin dan duka mendalam atas korban baik yang meninggal maupun sakit agar diberikan tempat terbaik di sisi Tuhan dan yang sakit segera disembuhkan."
"Dan Pemerintah segera menyelesaikan pembenahan fasilitas publik serta perumahan warga dalam waktu singkat,” tutup BHS.
Prabowo: Negara Hadir, Penanganan Bencana Aceh hingga NTT Cepat dan Masif
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9331953/original/067793800_1787589244-IMG-20260824-WA0123.jpg)
Presiden Prabowo Subianto memastikan negara hadir untuk membantu masyarakat, terutama ketika bencana terjadi. Dia mengeklaim penanganan bencana di Aceh dapat diselesaikan dalam waktu relatif cepat.
Prabowo juga menyebut pemerintah bergerak cepat dan masif saat gempa magnitudo 7 mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT). Pemerintah mengirimkan puluhan ton bantuan logistik bagi masyarakat terdampak.
"Bencana di Aceh kita selesaikan dalam waktu yang tidak mungkin diperkirakan oleh banyak pihak. Di NTT reaksi kita sangat cepat, sangat masif. Di mana-mana negara kita hadir," kata Prabowo saat meluncurkan program PLTS 100 GWp di Monumen Operasi Lintas Laut Jawa Bali, Gilimanuk, Kabupaten Jembrana, Selasa (25/8/2026).
Prabowo bersyukur Indonesia mampu melewati berbagai cobaan dan tantangan. Sebagai kepala negara, dia mengatakan terus menghimpun seluruh kekuatan bangsa agar Indonesia mampu menghadapi berbagai persoalan.
"Kekuatan negara ini intinya adalah bahwa semua aset bangsa, semua kekayaan bangsa harus dikelola dengan sebaik-baiknya, dengan sejujur-jujurnya, dengan dasar patriotisme, cinta tanah air, cinta rakyat, rasa tanggung jawab yang sangat besar," tuturnya.
Menurut Prabowo, pengelolaan kekayaan negara tersebut juga berkaitan dengan komitmennya memberantas penyelewengan dan korupsi. Dia menegaskan upaya tersebut akan dilakukan hingga ke akar-akarnya.
Prabowo kemudian menyinggung pihak yang meragukan keseriusannya dalam pemberantasan korupsi. Dia mengatakan ratusan helikopter dan alat berat yang kini digunakan dalam penanganan bencana merupakan hasil dari uang negara yang berhasil diselamatkan.
"Kita harus punya tekad itu, walaupun banyak pihak yang selalu nyinyir memandang bahwa kita tidak sungguh-sungguh. Kita sungguh-sungguh. Bagaimana kita sekarang bisa mengatasi masalah, bisa punya ratusan helikopter, bisa mengatasi alat berat kalau kita tidak punya uang?" ujar Prabowo.
Dia mengatakan pemerintah akan terus menyelamatkan kekayaan negara yang sebelumnya dicuri dan mengembalikannya untuk kepentingan masyarakat.
"Dari mana uang itu? Uang itu dari yang kita selamatkan dari korupsi-korupsi yang berjalan selama ini. Kita hentikan kebocoran-kebocoran itu. Kita belum puas, kita harus lebih keras lagi mengelola semua keuangan," sambungnya.
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9333114/original/023127400_1787732360-cek_fakta_sekolah_kedinasan.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9333293/original/079260900_1787741088-Add_a_heading.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9317863/original/052285500_1786075641-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-08-07T110613.668.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9333105/original/058967100_1787731972-Screenshot_2026-08-26_132052.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9332149/original/029706400_1787637183-WhatsApp_Image_2026-08-25_at_06.52.46.jpeg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9333361/original/025384000_1787746272-WhatsApp_Image_2026-08-26_at_6.53.49_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9333274/original/071934600_1787740405-unnamed__78_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9332889/original/030105200_1787722039-300d2d31-2474-4c00-bb43-7fbb3cf32a2e.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9332457/original/036116600_1787701666-Gempa_susulan_guncang_Flores.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9326791/original/051600700_1787036607-WhatsApp_Image_2026-08-18_at_13.42.00.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9331953/original/067793800_1787589244-IMG-20260824-WA0123.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9325708/original/054663000_1786924149-IMG-20260815-WA0247.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9331808/original/058366000_1787566609-gempa_maluku_okk.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9331750/original/024742200_1787562295-WhatsApp_Image_2026-08-24_at_3.26.19_PM.jpeg)